RADARSOLO.COM - Kawasan Sumber di Kota Solo mendapat perhatian khusus dari aparat kepolisian pada Pilkada Solo. Pasalnya di kawasan tersebut terdapat kediaman dari Presiden Joko Widodo dan rumah pribadi Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka.
Selain itu, penebalan personel juga akan dilakukan di kantor penyelenggara pemilu, yakni kantor KPU, Bawaslu Solo, serta kantor-kantor partai.
Hal ini diungkapkan Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi usai menggelar Simulasi Sispam Kota di Stadion Manahan, Rabu (14/8) pagi. Iwan menjelaskan untuk kawasan rawan pada pilkada tahun ini tak jauh berbeda dengan pemilu, Februari lalu.
"Untuk kawasan yang mendapat treatment khusus tentu kediaman daripada presiden dan wakil presiden terpilih. Karena itu merupakan salah satu ketentuan dari Polda terkait mitigasinya," ujarnya.
"Kemudian juga kantor KPU, bawaslu serta kantor parpol tentu pada waktunya nanti akan ada penebalan personil melihat situasi dan dinamika politik yang terjadi Solo. Atau ketika ada permintaan dari pihak terkait," Imbuh Iwan.
Untuk kekuatan personel pada pilkada sendiri, lanjut Iwan, pihaknya masih menunggu jumlah DPT serta Jumlah TPS yang akan dikeluarkan oleh KPU Solo.
"Ini untuk mengetahui kira-kira per TPS butuh kekuatan berapa personel. Apakah akan ada perubahan atau tidak. Karena ini sangat penting untuk ploting anggota," urai Iwan.
Untuk melihat performa anggotanya serta fasiltas dan armada, Polresta Solo menggelar sispam kota tersebut.
"Ini kesiapan kami menyongsong atau menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah, pemilihan gubernur, dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati. Serta wali kota dan wakil wali kota," turur Iwan.
"Mengantisipasi ada eskalasi politik yang meningkat dari kamtibmas, sehingga kami bisa mengukur, seperti apa kemampuan personel. Sekaligus juga kami memelihara kemampuan personel untuk bisa melaksanakan sistem pengamanan," ucapnya.
"Ini juga mengantisipasi tidak meluasnya kerusuhan atau diyakini dengan pengamanan atau penangkapan yang diduga sebagai perusuh seperti itu, " sambungnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy