Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Soal Rekomendasi DPP PDIP ke Calon Wali kota Solo di Pilkada Belum Turun, Ini Respons Teguh Prakosa

Antonius Christian • Kamis, 15 Agustus 2024 | 01:38 WIB

 

 

Walikota Solo Teguh Prakosa saat berinteraksi dengan warga dalam giat Sambang Warga di Taman Sunan Jogokali, Pucang sawit, Jebres, Senin (12/8/2024).
Walikota Solo Teguh Prakosa saat berinteraksi dengan warga dalam giat Sambang Warga di Taman Sunan Jogokali, Pucang sawit, Jebres, Senin (12/8/2024).

RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo yang juga kader dari PDIP Teguh Prakosa ikut angkat suara soal belum dibacakannya rekomendasi dari DPP PDIP untuk Pilkada Solo. Menurutnya belum dibacakannya rekomendasi merupakan kebijakan untuk memecahkan peta politik.

"Itu memang baru dilihat peta politik mana kawan mana lawan. Artinya bagaimana perkembangan politiknya," ujarnya.

Dia mengakui hal ini lumrah dilakukan oleh parpol jelang Pilkada, terlebih untuk beberapa daerah yang memang jadi sorotan publik lebih besar ketimbang daerah lainnya.

"Apakah bisa menjadi bagian (dari koalisi). Apalagi (partai lain selain PDIP) belum ada yang mengeluarkan rekomendasi, jadi kami tunggu saja. Mungkin dua hari jelang pendaftaran bisa saja (baru diumumkan rekomendasi PDIP untuk pilkada Solo), semua masih persiapan," tambahnya.

Teguh mengatakan semua calon yang mendaftar di DPC PDIP Solo sebagai bakal calon memiliki optimisme yang sama.

"Kalau nggak optimistis, ngapain daftar. Kan harus optimistis, optimis diberi kepercayaan dan menang," tegasnya.

Dilain sisi dalam beberapa hari terakhir muncul survei soal Pilkada Solo. Yang mana nama teguh Prakosa dan juga Mangkunegara X jadi teratas persaingan sosok yang dianggap layak jadi calon wali kota Solo.

Soal hasil survei, Teguh tak mau ambil pusing. Dia mempersilakan semua pihak mengadakan survei.

 "Ya silahkan lah. Bagi saya hasil survei seperti apa, silahkan masyarakat yang menilai. Itukan gambaran administrasi seseorang dalam kurun waktu tertentu," ujarnya.

"Ya kalau ada orang yang posisinya pernah di DPRD, pernah di eksekutif kalau surveinya dibawah, ya kui podo wae ora pas karo posisinya. Jadi hal yang lumrah saja, yang penting saya kerja sampai akhir kerja saja," ungkapnya. (atn/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#pilkada #solo