RADARSOLO.COM – KPU membuka pendaftaran calon wali kota dan calon wakil wali kota mulai Selasa (27/8/2024). Namun belum satupun calon yang fix bakal maju.
Koalisi besar yang akan mengajukan Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo masih belum menemukan pendampingnya, pun PDIP juga belum menentukan pasangan yang diusung.
Di tengah penantian rekomendasi dari DPP PDIP, Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa yang tengah melakukan giat Sambang Warga di Pasar Jongke, Senin (26/8/2024) mendapati peristiwa unik.
Tak ada angin tak ada hujan, seorang warga Laweyan menghadiahinya kembang kuning. Penanda agar Teguh menggandeng Sekar kah?
Momen Wali Kota Teguh dihadiahi kembang warna kuning oleh seorang warga itu dilakukan di sela dialog interaktif bersama sejumlah perwakilan warga dari tiga kelurahan berbeda yakni Kelurahan Pajang, Kelurahan Sondakan, dan Kelurahan Laweyan dalam giat Sambang Warga yang dihelat di Pasar Jongke, Senin malam itu.
Buket bunga berisi bunga warna kuning itu diserahkan oleh salah seorang warga Kelurahan Laweyan sebagai bentuk apreasiasi warga pada kepala daerah yang menghidupkan kembali model diskusi tatap muka langsung dengan warga itu.
“Ini Sekar Kuning (bunga warna kuning, Red) untuk Pak Wali karena menghidupkan lagi sonjo warga (Sambang Warga versi Sonjo Wargo ala Wali Kota Teguh, Red),” kata salah seorang warga Kelurahan Laweyan itu.
Buket Bunga berisi bunga warna kuning itu pun langsung diserahkan oleh warga pada Teguh Prakosa.
Sebagai bentuk apresiasi, sang wali kota pun bersalaman dan menyempatkan diri untuk berfoto bareng warga yang memberikan bunga warna kuning terang itu.
“Saya nggak tahu itu idenya siapa, tapi itu warga Laweyan ya. Di daerah lain kan tidak ada yang seperti itu. Ini apresiasi dari warga saja, dia merasa lama sekali tidak tatap muka dengan kepala daerah. Dan tugas kita menjawab apresiasi itu dengan tindakan,” hemat Teguh saat dikonfirmasi usai kegiatan.
Menjelang momen pilkada, bunga warna kuning yang diberikan warga itu kerap dikaitkan dengan sebuah simbol.
Kendati demikian, bakal calon wali kota andalan dari PDI Perjuangan tak mau mengaitkan itu dengan situasi politik saat ini dimana rekomendasi calon kepala daerah untuk Kota Solo dari partai berlogo kepala banteng tak kunjung turun hingga Senin (26/8/2024) ini.
“Sekarang ini warna ora penting. Sing penting coblosane. Soal baju, warna pilihan, orang punya kesukaan masing-masing,” jawab Teguh.
Kembang atau bunga dalam bahasa Jawa disebut dengan sekar. Nama yang disandang caleg terpilih dari Laweyan.
Bukan kebetulan Sekar Tanjung berasal dari Partai Golkar yang memiliki simbol warna kuning.
Sebagaimana diketahui putri Akbar Tanjung ini tengah mencari peluang untuk menjadi walikota atau wakil. Lantaran suara partainya tidak mencukupi maka Ia harus bergabung dengan partai lain.
Nah, kembang atau sekar warna kuning yang diberikan kepada Teguh bukan tidak mungkin semacam pratanda agar Teguh Prakosa dan Sekar Tanjung bersatu.
Mungkinkah? Namanya politik, tidak ada yang tidak mungkin. (ves)
Editor : Damianus Bram