RADARSOLO.COM - Jelang "injury time" pendaftaran calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Surakarta, salah satu calon KGPAA Mangkunegara X membuat keputusan yang mengagetkan.
KGPAA Mangkunegara X Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, atau yang kerap disapa Gusti Bhre memilih mundur sebagai calon wali kota Surakarta yang diusung partai politik (parpol) koalisi.
Manuver politik KGPAA Mangkunegara X dari posisi yang digadang-gadang maju sebagai bakal calon Walikota disayangkan sejumlah parpol, terutama mereka yang telah terlanjur menurunkan rekomendasi.
Seharusnya mereka tinggal mendaftar ke KPU. Namun dengan kondisi ini, para parpol di tingkat kota harus mengulang komunikasi dengan DPP masing-masing.
Ketua DPD PKS, Daryono, menuturkan dengan mundurnya penguasa Pura Mangkunegaran tersebut, pihaknya harus kembali berkonsultasi dengan DPP.
Padahal, waktu pendaftaran bakal calon yang diusung semakin menipis. Sehingga dirinya belum bisa berkomentar banyak.
"Karena kemarin kan sudah kita turunkan rekomendasi Gusti Bhre dan Mbak Astrid, dengan mundurnya Gusti Bhre, berarti kita menganalisis ulang," tutur dia.
"Ya kita menyangkan, karena waktunya sudah mepet. Disatu sisi menghormati. Apalagi alasannya (Mangkunegara X mundur) menurut kami vital, karena masalah keluarga. Kita juga paham, ini keputusan yang berat juga, kita menghormati itu," imbuh Daryono.
Meski Mangkunegara X mundur, Daryono mengatakan bahwa dirinya masih solid bergabung di koalisi besar non PDIP, sambil menunggu jalan alternatifnya.
Soal perolehan suara PKS yang sebenarnya bisa mengusung calonnya sendiri, Daryono belum bisa komentar.
"Karena sekali lagi, keputusan ada di DPP. Semetara komitmennya masih di koalisi besar untuk solusinya seperti apa. Terutama untuk mencari solusi. Semoga diwaktu yang semakin mepet ini bisa segera menemukan solusi, semoga sebelum jam 00.00 besok bisa dapat jalan terangnya" jelasnya.
Terpisah, Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo menuturkan pasca mundurnya Mangkunegara X, pihaknya langsung berkoodinasi dengan seluruh partai yang masuk di koalisi besar.
"Pesannya itu lewat tim (Mangkunegara X). Semalam di WA, tadi pagi dihubungi lewat telepon," tutur dia.
Untuk langkah PSI sendiri, tetap solid dan merapatkan barisan. Siapapun nanti yang menggantikan sosok Mangkunegara X, pasti telah dipersiapkan secara matang.
Soal adanya nama Ketua HIPMI Solo, Respati Achmad Ardianto sebagai pengganti Mangkunegara X, PSI setuju dengan nama tersebut.
"Ya nama ini yang memang diusulkan. Kami sadar, akan butuh kerja keras oleh semua partai, semua elemen untuk memenangkan Respati-Astrid. Untuk mendaftar besok rencananya. Hari ini parpol dan paslon baru akan bertemu. Membahas teknisnya," tutur dia.
Perihal mundurnya Mangkunegara X, Yogo menghormatinya. Sebab sebagai kepala pemerintahan di Pura Mangkunegaran, harus ada hal-hal yang harus diselesaikan sebelum mantap melangkah.
"Tidak baik juga kalau dipaksakan, apalagi beliau nanti yang menjabat. Jadi kita harus move on menyiapkan calon pengganti. Kita tetap menghormati keputusan beliau," pungkas Yogo.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surakarta Ardianto Kuswinarno mengakui keputusan dari Mangkungara X akan mengecewakan banyak pihak, terutama parpol yang sudah terlanjur mengeluarkan rekomendasi.
"Ya menurut saja wajar (parpol kecewa) muncul demikian. Ada pasti ada, tidak puas dengan keputusan muncul tiba- tiba Respati-Astrid. Ada yang kurang sependapat itu hal wajar," katanya.
Terlebih, banyak pihak sejak awal telah menginginkan Mangkunegara X menjadi calon mereka.
"Tapi sekali lagi, keputusan tidak bisa memuaskan semuanya. Yang terpenting besok kita siap daftar, dan sejauh ini kolisi tetap solid," tuturnya.
Ardianto tidak menampik sosok Respati yang menggantikan Mangkunegra X sebagai Bacalon yang diusung Koalisi Besar.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surakarta mengakui pergantian sosok di detik-detik terakhir ini ada peran dari Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka.
"Ya semalam yang memutuskan beliau berdua. Keren Solo ini mas Gibran masih cawe-cawe, tidak mau salah," tuturnya.
Lalu mengapa Mangkunegara X memilih mundur, dan mengapa penggntinya Respati? Ardianto belum bisa menjelaskan.
"Jujur kemarin yang membahas itu DPP. Mas Respati kelihatnya juga hadir. Mungkin ini perjalanan dari Jakarta Ke Solo. Nanti setelah ketemu baru tahu saya. Untuk Gusti Bhre, silakan konfirmasi, bukan ranah saya menejelaskan," ungkapnya.
Disinggung soal isu Mangkunegara X dan Gerindra merapat ke kubu PDIP, Ardinto menampik hal tersebut.
"Tidak, Gusti Bhre tidak akan mencalonkan diri dimanapun, dan kami tetap solid di koalisi besar," pungkasnya. (atn/dam)
Editor : Damianus Bram