RADARSOLO.COM – Usai Mangkunegara X resmi dinyatakan mundur dari kontestasi Pilkada Solo 2024, sejumlah karangan bunga dari warga tampak terpasang di Koridor Ngarsopuro hingga depan gapura masuk Pura Mangkunegaran Solo.
Respon masyarakat itu dipandang sebagai hal unik oleh pengamat politik asal UNS, Rezza Akbar.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, sejumlah karangan bunga itu mulai terihat sejak Rabu (28/8/2024) petang.
Karangan bunga berisi puja-puji atas sikap Sri Paduka yang dipasang di beberapa titik di sekitar gapura masuk Pura Mangkunegaran itu dipandang sebagai apresiasi masyarakat terhadap sikap yang diambil Mangkunegara X di ujung pendaftaran pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada Solo mendatang.
“Langkah politik ini justru malah mengamankan beliau dari kemungkinan chaos politik yang terjadi di pusat, khususnya yang berkaitan dengan rezim Jokowi,” jelas Rezza Akbar, Kamis (29/8/2024).
“Dengan begini dia (MN X) tidak akan terkena implikasi dari situasi politik yang ada di pusat, ini jadi hal positif untuk karir beliau kedepan,” imbuhnya.
Disinggung soal pujian warga melalui karangan bunga, Dosen Sosiologi UNS ini melihat hal tersebut tentu datang dari masyarakat yang sebelumnya berseberangan dengan langkah Mangkunegara X yang sebelumnya digadang-gadang maju di Pilkada Solo.
Karenanya kelompok masyarakat yang satu ini memberikan apresiasi melalui berbagai hal termasuk lewat karangan bunga itu.
Di sisi lain, dirinya juga tidak menampik kemungkinan adanya kelompok yang kecewa dengan putusan mundur tersebut.
Meski demikian, Rezza yakin adanya fans fanatik Mangkunegara X alias Gusti Bhre yang mendukung sejak awal dan kelompok yang bersimpati dengan langkah politik yang diambil saat ini bakal jadi kekuatan besar Mangkunegara X untuk menjajaki dunia politik di masa depan.
“Orang yang kecewa ini adalah mereka yang sudah jadi pendukung, simpatisan, dan fans berat MN X akan tetap menantikan langkah MN X terjun ke dunia politik. Di sisi lain, pihak yang sebelumnya menyesalkan majunya MN X sebagai bagian dari Oligarki sekarang bergembira karena MN X memisahkan diri dari unsur-unsur yang berkaitan dengan Jokowi. Dua kelompok ini akan modal besar bagi MN X untuk menguatkan posisi politiknya di masa mendatang,” terang dia.
Setidaknya, sambung dia, ada sejumlah manfaat yang bisa dirasakan oleh Mangkunegara X dengan sikap tersebut.
Pertama bisa mencegah konflik internal dan membuat Pura Mangkunegaran tetap adem ayem.
Kedua, kelompok yang sebelumnya terbelah kini menaruh simpati pada Mangkunegara X.
Sementara yang ketiga dan yang paling peting Mangkunegara X bisa melepaskan label sebagai boneka oligarki, wayang penguasa, atau pun bagian dari politik dinasti Jokowi.
“Ini langkah yang paling bijak yang diambil beliau karena bagaimana pun hasilnya akan berdampaknya positif bagi dirinya maupun bagi Pura Mangkunegaran,” hemat Rezza. (ves)
Editor : Damianus Bram