RADARSOLO.COM - Usaha konveksi dan printing di Solo kebanjiran pemesanan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Sejumlah alat peraga kampanye, seperti kaos, hingga banner atau spanduk mulai banyak diproduksi untuk dibagikan kepada para pendukung paslon.
Salah seorang pelaku usaha konveksi asal Laweyan Solo Yusuf Aschory mengaku, ada kenaikan pemesanan dirasakan sejak satu bulan lalu. Total sebanyak 300 ribu kaos mulai diproduksi dari beberapa daerah.
"Booming order sudah mulai ramai dari bulan lalu untuk pilkada, dari beberapa daerah," kata Yusuf saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Selasa (24/9).
Yusuf mengatakan, kenaikan orderan itu utamanya dirasakan dari pemesanan luar kota. Untuk pemesanan dari wilayah Kota Solo sendiri, menurutnya belum cukup bergeliat. Dimana hanya beberapa paslon yang memesan sampel kaos di tempatnya.
"Mungkin karena baru penetapan nomor urut paslon, jadi di lokal Solo ini masih pada pesan sample kaos saja," ungkapnya.
Sementara itu, lanjut Yusuf, pemesanan paling banyak berasal dari luar kota seperti Lampung dan Bengkulu dengan total hingga 300 ribu kaos.
Dia menjual kaos peraga kampanye dengan harga mulai Rp 12 ribu per pcs. Yusuf juga memprediksi, lonjakan pemesanan dari paslon di Pilkada Solo Raya akan mulai dirasakan pada satu minggu kedepan.
"Saya juga sudah antisipasi untuk menambah karyawan serabutan, untuk melayani lonjakan pesanan kaos kampanye ini, karena berkaca dari pilkada sebelumnya bisa sampai 500 ribu kaos," ujarnya.
Senada, pemilik usaha konveksi lain asal Sukoharjo Iril Slank. Dia mengaku, omzetnya melejit sejak pendaftaran paslon pilkada serentak.
Meski belum sebanding dengan masa kampanye caleg, sejumlah paslon pilkada telah memesan kaos di tempatnya. Rata-rata produk kaos yang laris dipesan sebagai alat peraga kampanye berkisar harga Rp 14 ribu-20 ribu per pcs.
"Sudah mulai ramai, tapi belum sebanyak waktu pemilu caleg kemarin. Biasanya satu paslon bisa pesen sekitar 50 ribu kaos," terangnya. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy