Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Aksi Gotong Royong Dukung Teguh Bambang Terus Bermunculan: Usai Bakso, Kini Ada Wedangan Rp 1000

Damianus Bram • Sabtu, 2 November 2024 | 14:00 WIB
Calon Walikota Solo Teguh Prakosa jajal wedangan dengan harga Rp 1000 di Kampung Kentingan RT03/RW 36, Jumat (1/11/2024).
Calon Walikota Solo Teguh Prakosa jajal wedangan dengan harga Rp 1000 di Kampung Kentingan RT03/RW 36, Jumat (1/11/2024).

RADARSOLO.COM - Aksi gotong royong mendukung pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 01 Teguh Prakosa - Bambang 'Gage' Nugroho terus bermunculan.

Setelah aksi jualan bakso dengan harga Rp 1000 di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Surakarta, kini muncul program wedangan yang makanannya dijual dengan harga Rp 1000 saja.

Di warung wedangan milik Wiyadi, warga Kampung Kentingan,  RT 3/RW 36, Jebres, masyarakat bisa makan berbagai sajian makanan yang disediakan dengan hanya merogoh gocek Rp 1000.

Aksi gotong royong wedangan dengan tagline 'Madang Bareng Teguh - Gage Rp 1000' ini mulai digelar secara perdana di Jumat (1/11/2024) sore.

Menariknya program wedangan dengan harga Rp 1000 untuk seluruh menu makanan ini dilaunching oleh calon Walikota Solo Teguh Prakosa.

Teguh menjadi pembeli pertama di wedangan milik Wiyadi tersebut. Tak lama berselang, warga pun berdatangan, menggeruduk wedangan yang ada di kampung Kentingan tersebut. Mereka memesan berbagai makanan yang disajikan dengan hanya membayar Rp 1000 saja.

Program Wedangan harga Rp 1000 di Kampung Kentingan RT 03/RW 36 langsung digeruduk warga, Jumat (1/11/2024).
Program Wedangan harga Rp 1000 di Kampung Kentingan RT 03/RW 36 langsung digeruduk warga, Jumat (1/11/2024).

Wiyadi, selaku pemilik wedangan tersebut menjelaskan, program madang bareng dengan harga Rp 1000 di wedangannya adalah bentuk gotong royong warga mendukung pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota, Teguh Prakosa - Bambang 'Gage' Nugroho.

"Ini aksi gotong royong warga yang peduli dengan paslon Teguh - Gage. Tujuannya untuk mengakrabkan masyarakat sekitar dan memperkenalkan sosok Teguh Prakosa dan Bambang Gage," jelas Wiyadi.

Wiyadi yang juga Ketua RT 03/RW 36 ini mengatakan, aksi jualan wedangan dengan harga Rp 1000 ini digelar perdana pada hari Jumat (1/11/2024). Wedangan tersebut buka dari jam 17.00 sampai makanan habis.

"Jadi program wedangan harga Rp 1000 ini, hanya digelar di hari Jumat. Dan dibuka mulai jam 17.00 sampai habis. Di hari lain, harga makanannya kembali ke harga normal," terangnya.

Sementara itu, Teguh Prakosa terkesan dengan aksi gotong royong warga yang berupaya memberikan dukungan kepada dirinya dengan cara berjualan makanan dengan harga Rp 1000.

"Ini luar biasa. Tadi siang pas habis Jumatan, ada bakso Rp 1000 dan sore ini ada wedangan Rp 1000. Ini adalah aksi gotong royong warga yang mendukung kami, Teguh Gage di Pilkada Solo 2024," jelas Teguh.

Teguh berharap, di kelurahan dan kampung lainnya bakal ada kegiatan serupa. Pasalnya hal ini juga menjadi upaya untuk pemberdayaan wedangan dan pedagang kaki lima.

"Ini juga menjadi bentuk promosi, dengan program tersebut, warung makanan dan wedangan ini kian dikenal masyarakat luas," jelas Teguh.

"Ini kedepan, Pemkot mestinya bisa mengintervensi itu. Dengan program tambah modal, atau penyediaan fasilitas memasak supaya mereka benar-benar berdikari," imbuhnya.

Blusukan dan Tinjau RTLH

Usai jajan di wedangan tersebut, Teguh Prakosa menyempatkan diri blusukan di kampung Kentingan RW 36. 

Disini, Teguh meninjau sejumlah hunian yang ada di dekat bantaran sungai Bengawan Solo.

Calon Walikota Solo Teguh Prakosa tinjau rumah tidak layak huni di RT 01/RW36 Kampung Kentingan, Jebres, Jumat (1/11/2024).
Calon Walikota Solo Teguh Prakosa tinjau rumah tidak layak huni di RT 01/RW36 Kampung Kentingan, Jebres, Jumat (1/11/2024).

Tak hanya itu saja, usai mendapat laporan dari salah satu warga, dimana terdapat rumah yang tidak layak huni, Teguh pun langsung memutuskan untuk meninjau tempat tersebut.

"Di RW 36 di Kelurahan Jebres ini, tepatnya di RT 01, dekat sungai Bengawan Solo, ada rumah tidak layak huni (RTLH). Disamping itu warga yang menempati hunian tersebut juga tidak punya sertifikat, karena menempati tanah negara. Dan ini butuh program Proda (Program Daerah Agraria)," jelasnya.

Teguh menyarankan, warga yang menempati rumah tidak layak huni tersebut bisa berdiskusi dengan Ketua RT setempat dan kemudian mengajukan untuk proses sertifikasi hunian tersebut.

"Jadi saran saya, ini segera untuk diajukan. Yang jelas untuk realisasi tidak bisa di tahun ini. Karena sudah di penghujung tahun. Jadi mungkin baru tahun depan," jelas Teguh. (dam)

Editor : Damianus Bram
#bakso #Teguh Gage #Teguh Prakosa #Bambang Nugroho #Pilkada Solo #wedangan