RADARSOLO.COM - Tidak hanya sekadar menggelar sosialisasi dengan pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Solo nomor urut 01, warga RT 1-2 /RW 15 Dawung Tengah juga mencanangkan wilayah mereka sebagai Kampung Anti Sembako dan Money Politik.
Kegiatan yang digelar pada hari Sabtu (2/11/2024) kemarin, di kampung Dawung Tengah ini selain menjadi ajang silaturahmi juga sebagai aksi nyata mengantisipasi aksi sebar sembako dan money politik dalam Pilkada Solo 2024.
"Ini wujud aksi nyata pergerakan massa dari warga yang menolak keberadaan aksi sebar sembako dan money politik dalam pilkada," ujar Diah Warih yang menjadi inisiator dalam aksi tersebut.
Pendiri ormas G-Nesia ini menegaskan wilayah Dawung Tengah ini menjadi pelopor dari kampung anti sembako dan money politik.
"Ini adalah upaya kita agar kedepan, Bawaslu tidak bekerja sendirian dalam Pilkada Solo 2024, sehingga tercipta suasana yang bersih, jujur, aman, nyaman " jelas Diah Warih.
Sementara itu, calon walikota nomor urut 01 Teguh Prakosa mengapresiasi aksi tersebut.
"Hal ini sesuai dengan langkah kami, yakni membentuk satgas anti suap dalam Pilkada ini," ujar Teguh. (dam)
Editor : Damianus Bram