RADARSOLO.COM - Calon Walikota Solo nomor urut 01 Teguh Prakosa terus menyambangi warga Kota Bengawan dalam kegiatan kampanye Pilkada Solo 2024.
Dan kali ini, Teguh mengunjungi bantaran sungai Kali Pepe yang ada di Kampung Sumber Krajan RT 2, 3 RW 1 kawasan Sumber, Solo, Rabu (13/11/24).
Calon Walikota yang diusung PDIP bersama PKN, PBB, Partai Garuda, Partai Buruh, dan Partai Gelora ini melakukan interaksi langsung dengan masyarakat guna menjaring aspirasi dan belanja persoalan di wilayah tersebut.
Dalam giat blusukan di Kampung Sumber Krajan ini, salah satu permasalahan yang utama adalah banyak warga yang masih menempati hunian yang berada di kawasan bantaran Kali Pepe.
Berdasarkan penelusuran RadarSolo.com, ada 185 rumah yang berdiri diatas lahan bantaran sungai yang diketahui rawan longsor dan banjir saat musim penghujan.
Kondisi ini cukup membahayakan, mengingat lahan yang ada di bantaran sungai tersebut lama kelamaan akan tergerus air.
Akan tetapi, warga yang tinggal di lokasi bantaran tidak ingin direlokasi dan masih mau tinggal di kawasan tersebut.
“Warga sudah berpuluh tahun menempati bantaran sungai itu, dan tadi mereka meminta Pak Teguh agar tidak ada pemindahan ataupun relokasi, jika nantinya beliau mendapat amanah kembali menjadi Walikota Solo," jelas Ratno, warga setempat.
"Warga kepinginnya itu bertahan di bantaran sungai. Dan Pak Teguh memberikan solusi itu nanti di pinggiran sungai mau dibuat parapet,” imbuhnya.
Ratno mengungkapkan, kawasan hunian bantaran yang ada di RW 1 Sumber tersebut termasuk kawasan padat penduduk. Untuk itu, dia berharap kondisi dan persoalan ini menjadi perhatian Calon Walikota Teguh Prakosa.
Ratno mengatakan, warga sekitar bantaran sangat berharap apabila Teguh Prakosa terpilih menjadi Walikota Solo maka seluruh program kerja, visi misinya dapat direalisasikan.
Sementara itu, usai menyambangi dan berkomunikasi dengan warga Sumber Krajan RT 2-3 RW 1, Sumber, calon walikota Solo Teguh Prakosa akan mengupayakan solusi atas keluhan warga di bantaran tersebutm
“Langkah yang pertama adalah memberi parapet di sungai ini untuk mengamankan agar kawasan bantaran tidak longsor dan lahannya tidak terus tergerus," kata Teguh Prakosa.
Namun, solusi pemasangan parapet di kawasan bantaran tersebut hanyalah solusi sementara.
Selain itu, pemasangan parapet ini akan mempengaruhi pemukiman penduduk yang ada di bantaran tersebut. “Otomatis kalau kita masang parapet, ya rumahnya mesti ada yang kepotong," lanjutnya.
Dalam pemasangan parapet ini, Teguh Prakosa juga akan mengupayakan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk mendapat solusi terbaik.
"Maka besok kalau ditata, ya mestinya mengikuti yang di Bengawan Solo, kan ada sepadan Sungai itu minimal 3 meter harusnya 10, nah maka cukup 3 meter minta ke BBWS” lanjut Teguh. (ndi/dam)
Editor : Damianus Bram