RADARSOLO.COM – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo nomor urut 01, Teguh Prakosa dan Bambang 'Gage' Nugroho, memberikan perhatian khusus pada peringatan Milad ke-112 Muhammadiyah yang dirayakan pada Senin (18/11/2024).
Dalam momen debat Pilkada Solo 2024 yang digelar di Swiss-Belinn Saripetojo, Teguh-Gage menyampaikan ucapan selamat untuk organisasi keagamaan besar tersebut.
“Hari 18 November adalah hari yang bersejarah bagi Muhammadiyah. Teguh-Bambang mengucapkan selamat memperingati Milad yang ke-112 untuk Muhammadiyah,” ucap Bambang Gage di akhir debat.
Ucapan ini disampaikan dengan penuh hormat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar Muhammadiyah dalam membangun masyarakat.
Bambang juga menyampaikan harapan agar Muhammadiyah terus berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
“Ucapan tadi adalah bentuk perhatian dan kepedulian kami. Semoga ke depan, Muhammadiyah kian besar, eksis, dan mampu mengayomi masyarakat muslim di Indonesia,” lanjutnya.
Di momen yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan pidato bertema 'Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua'.
Haedar menegaskan pentingnya peran Muhammadiyah dalam memajukan bangsa melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, dan amal usaha.
“Muhammadiyah terus bergerak meningkatkan intensitas dan kualitas gerakannya di berbagai bidang, khususnya amal usaha dan ekonomi untuk memakmurkan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Haedar juga menyoroti kemakmuran sejati yang mencakup dimensi lahiriah dan rohaniah, sesuai amanat Sila Kelima Pancasila.
Ucapan selamat dari Teguh-Gage ini mencerminkan hubungan harmonis antara Paslon 01 dengan organisasi keagamaan besar seperti Muhammadiyah.
Baca Juga: Visi Misi Teguh dan Respati di Debat Pilkada Solo 2024, Ini Rencana Besarnya
Perhatian mereka tidak hanya sekadar simbolis, tetapi juga menggambarkan komitmen dalam mendukung peran Muhammadiyah yang selama ini menjadi pilar penting dalam masyarakat Indonesia.
Muhammadiyah sendiri, seperti disampaikan Haedar Nashir, telah menjangkau kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal dengan semangat kemandirian.
Teguh-Gage menyebut bahwa pendekatan seperti ini patut diapresiasi dan dijadikan inspirasi bagi semua elemen bangsa.
Sebagai organisasi yang sudah berusia lebih dari satu abad, Muhammadiyah terus menunjukkan eksistensi dan pengaruh positifnya dalam membangun bangsa.
Haedar Nashir menegaskan bahwa Milad ke-112 ini menjadi ajang refleksi untuk memperkuat peran Muhammadiyah ke depannya.
“Semoga momentum Milad ke-112 ini menjadi ajang refleksi dan evaluasi untuk menguatkan peran dan kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa,” kata Haedar.
Ia juga menutup pidatonya dengan doa agar bangsa Indonesia terus bergerak menuju cita-cita kemakmuran dan keadilan. (lz)
Editor : Laila Zakiya