RADARSOLO.COM-Suasana rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Serentak 2024 di Gedung Sasono Mulyo Selogiri, Wonogiri, beda dengan lainnya, Selasa (3/12/2024).
Di sela-sela proses penghitungan perolehan suara, lantunan gending Kebo Giro menggema.
Bersamaan para Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Slogohimo memasuki ruangan.
Uniknya lagi, dua PPK Slogohimo mengenakan busana pengantin tradisional jawa.
Mereka adalah Hapsari Jati Pamularsih dan Budi Haryono.
Saat masuk ruangan rapat pleno, keduanya diikuti Ketua PPK Slogohimo Raditya Armando beserta anggota Dyah Ayu Siswanti dan Hendi Riski Pradana.
Budi mengatakan, pihaknya menyusun konsep pernikahan bukan tanpa alasan.
Pernikahan merupakan suatu yang dinilai sakral.
"Pernikahan itu sekali dalam hidup dan menjadi momentum yang sangat penting. Maka perlu kita abadikan sebagai suatu kenangan," ujarnya.
Sejak awal, pihaknya berkomitmen dan totalitas dalam menyukseskan Pilkada Serentak 2024. Khususnya di wilayah Kecamatam Slogohimo.
Pihaknya ingin sesuatu yang luar biasa dan sebagai kenangan usai melakukan tugas.
Selain itu, pernikahan mempunyai makna sebuah kewajiban untuk mengemban amanah.
"Semoga pinangan dari calon gubernur-wakil gubernur Jateng dan bupati-wakil bupati Wonogiri menjadi suatu yang amanah," bebernya.
Ketua KPU Wonogiri Satya Graha mengapresiasi terobosan yang dilakukan PPK Slogohimo.
Hal itu menjadi peristiwa unik dan menarik dalam acara rekapitulasi suara Pilkada Serentak 2024. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono