Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tingkat Partisipasi Pemilih di PIlkada Solo Menurun, Jauh Dibandingkan Pilpres dan Pileg

Antonius Christian • Rabu, 4 Desember 2024 | 03:22 WIB
Pengguna hak suara melakukan pencoblosan saat Pilkada Solo, 27 November lalu.
Pengguna hak suara melakukan pencoblosan saat Pilkada Solo, 27 November lalu.

RADARSOLO.COM Tingkat partisipasi masyarakat Kota Solo dalam menggunakan hak pilih pada pilkada tahun ini menunjukkan penurunan. Berdasarkan data yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo angka partisipasi pemilih hanya mencapai 73,9 persen, turun signifikan dibandingkan dengan Pemilu 2024 yang mencapai 86 persen.

Ketua KPU Kota Solo Yustinus Arya Artheswara mengakui, partisipasi pemilih pilkada kali ini lebih rendah dibandingkan Pemilu Presiden dan Pemilihan Legislatif 2024.

"Persentase partisipasi pemilih pilkada hanya sekitar 73,9 persen, lebih rendah dari target yang sebelumnya ditetapkan sebesar 80 persen," jelas Arya.

Arya menambahkan, faktor utama yang diduga mempengaruhi penurunan ini adalah banyaknya pemilih yang bekerja di luar kota bahkan lintas provinsi, sehingga kesulitan untuk mengajukan pindah memilih.

"Pekerja lintas provinsi ini sulit untuk mengurus pindah memilih, dan itu bisa menjadi penyebab turunnya partisipasi," ungkapnya.

Terpisah, Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Solo Agus Sulistiyo menyatakan, lemahnya strategi sosialisasi turut menjadi faktor penurunan partisipasi. Menurut Agus, metode sosialisasi yang diterapkan selama ini masih normatif dan kurang inovatif.

"Strategi sosialisasi seharusnya tidak hanya untuk menggugurkan kewajiban, tapi juga harus ada upaya lebih agar pesan sampai ke masyarakat. Terutama di era digital ini, sosialisasi melalui media sosial harus dikemas dengan kreatif dan inovatif," kata Agus.

Agus juga menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, partisipasi masyarakat Solo selalu meningkat dan bahkan melampaui target. Namun, penurunan di Pilkada tahun ini menjadi anomali yang harus dievaluasi secara mendalam.

"KPU perlu menggandeng akademisi untuk meneliti faktor-faktor yang menyebabkan penurunan ini," imbuhnya. (atn/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#kpu #partisipasi #Pilkada Solo