RADARSOLO.COM-Rapat pleno rekapitulasi hasil Pilkada Serentak 2024 telah digelar KPU Boyolali, Selasa-Rabu (3-4/12/2024).
Sebanyak 22 kecamatan telah selesai melaporkan data.
Namun rapat pleno harus diskorsing karena adanya perbedaan antara jumlah surat suara yang terdistribusi dan berita acara.
Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Boyolali Muhammad Mahmudi mengungkapkan, jumlah surat suara yang terdistribusi seharusnya sesuai dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ditambah 2,5 persen atau setara 851.494 surat suara.
Namun, ditemukan adanya kelebihan surat suara untuk pemilihan cagub-cawagub maupun cabup-cawabup.
“Kami meminta perbaikan dan KPU Boyolali akan menyisir kelebihannya itu ada di mana," ujarnya, Rabu (4/12/2024).
Mahmudi memperkirakan kelebihan surat suara mencapai lebih dari 1.000 lembar.
"DPT (pemilihan) gubernur dan bupati kan sama. Jadi surat suara yang didistribusikan juga sama. Namun, rekapannya berbeda, dan ada kelebihan," tambah Mahmudi.
KPU Boyolali memutuskan melakukan skorsing pada pukul 11.50 dan melanjutkan penyisiran serta analisis data.
Hal ini juga menjadi evaluasi bagi KPU Boyolali agar ke depan lebih teliti dalam penanganan logistik Pemilu.
"Evaluasi ke depan berkaitan dengan logistik agar disiapkan sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Tiga hal yang menjadi perhatian adalah tempat jumlah, jenis, dan waktu distribusi surat suara," tegas Mahmudi.
Baca Juga: Komplet! Ini Hasil Rekapitulasi Suara Pilkada Serentak 2024 yang Digelar KPU Wonogiri
Sementara itu, Ketua KPU Boyolali Maya Yudayanti mengamini adanya perbedaan dalam penghitungan data.
"Kami harus cari di TPS mana saja kelebihannya," kata Maya.
Di lain sisi, Maya mengatakan, tingkat partisipasi pemilih di Boyolali sangat tinggi, bahkan hampir setara dengan tingkat partisipasi pada Pilpres lalu. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono