RADARSOLO.COM - Pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed dengan tegas meminta seluruh masyarakat untuk tidak mengirimkan makanan dan minuman untuk berbuka puasa ke area masjid selama Ramadan berlangsung.
Hal ini dilakukan guna antisipasi kejadian pesanan fiktif yang terjadi pada Ramadan tahun lalu.
Sekadar informasi, awal April 2024 lalu ada seorang pengusaha katering yang mengadu ke Wali Kota Solo (saat itu jabatan wali kota masih dijabat Gibran Rakabuming, Red) terkait pesanan takjil dan makanan berbuka yang belum dibayarkan oleh pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed.
Setelah ditelusuri, ternyata kejadian itu merupakan kasus orderan fiktif yang dilakukan oleh seorang berinisial E yang merugikan koleganya sendiri selaku pemilik katering yang bersangkutan.
Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed tegas meminta warga tidak mengirimkan makanan dan minuman dalam bentuk apapun ke area masjid selama Ramadan tahun ini.
”Tolong ini disebarkan ke masyarakat. Kami (Masjid Zayed, Red) tidak menerima makanan/minuman atau paket hibah ke masjid,” kata Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Munajat, Jumat (28/2).
Munajat membenarkan, pengelolaan dan pengadaan menu-menu untuk buka puasa bersama di Masjid Raya Sheikh Zayed akan lebih ketat dari sebelumnya. Berkaca dari kejadian lalu, berbagai upaya antisipasi perlu diakukan agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.
”Kami tidak menerima kiriman apapun, tidak menerima paket makanan apapun, entah itu yang namanya hibah atau lainnya. Pokoknya kalau ada hal seperti itu akan langsung kami tolak,” tegas dia.
Untuk segala urusan yang berkaitan dengan kegiatan selama Ramadan, saat ini Masjid Raya Sheikh Zayed memiliki kepanitiaan yang dibentuk khusus untuk mengurus hal tersebut. Di sini segala bentuk partisipasi masyarakat akan dilakukan lewat sponsorship yang masuk lewat jalur resmi melalui kantor pengelola.
”Kalau masyarakat ingin berpartisipasi, nanti akan kami arahkan ke support lainnya. Jadi kalau memang mau memberikan hibah dalam bentuk makanan atau minuman jadi, lebih baik langsung diberikan ke masjid yang lain,” hemat Munajat.
Sebagai informasi, Masjid Raya Sheikh Zayed selama Ramadan ini menyiapkan 14-20 ribu porsi berbuka puasa dengan menu yang berariasi pada setiap harinya.
Seandainya masyarakat memang ingin berpartisipasi nanti akan diarahkan ke bentuk lainnya. Menimbang kebutuhan makanan dan minuman untuk berbuka sudah terpenuhi seluruhnya.
”Untuk kebutuhan makanan dan minuman berbuka sudah terpenuhi sampai hari ini, jadi masyarakat tidak perlu mengirimkan menu tambahan ke masjid untuk kegiatan buka bersama selama Ramadan ini,” papar dia. (ves/adi)
Editor : Niko auglandy