RADARSOLO.COM – Tradisi berburu takjil menjelang berbuka puasa menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat selama bulan Ramadan.
Salah satu tempat yang selalu ramai dikunjungi adalah pasar Ramadan, dan di Boyolali, Pasar Poso menjadi destinasi utama bagi warga yang ingin menikmati suasana Ramadan yang meriah.
Pasar Poso, yang berlokasi di Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, telah sukses menjadi bazar UMKM Ramadan sejak pertama kali digelar pada 2022.
Setiap harinya, pasar ini mulai beroperasi pukul 15.00 WIB, menarik pengunjung dari berbagai desa sekitar untuk berburu aneka hidangan berbuka puasa.
Tak heran jika pasar ini selalu dipadati pembeli. Pasar Poso menawarkan beragam menu buka puasa, mulai dari jajanan pasar, lauk pauk, hingga berbagai varian es segar.
Keberagaman kuliner ini menjadi daya tarik utama yang membuat masyarakat kembali datang setiap tahunnya.
Alif Fajar Pratama, salah satu anggota panitia pelaksana bazar, mengungkapkan bahwa panitia menyediakan 48 stan, yang semuanya telah terisi oleh pedagang lokal.
“Jajanan paling populer di sini adalah takoyaki, ayam barbeque, tahu walik, es dawet, es teler, serta varian es teh jumbo,” ungkap Alif.
Selain menjadi surganya takjil, Pasar Poso juga menjadi berkah bagi pelaku UMKM. Para pedagang, yang mayoritas merupakan pelaku usaha kecil dan menengah, mengaku mendapatkan manfaat ekonomi dari adanya bazar ini.
Keberlanjutan pasar ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Desa Cepogo, yang memastikan kelangsungan dan kenyamanan bazar bagi para pedagang serta pengunjung.
Dengan lokasi yang strategis di pusat desa, Pasar Poso terus menjadi destinasi favorit warga se kecamatan Cepogo.
“Mayoritas pengunjung adalah masyarakat lokal, namun ada juga yang datang dari desa-desa sekitar,” tambah Alif.
Sejauh ini, pelaksanaan bazar berjalan lancar tanpa kendala berarti. Dukungan masyarakat dan pemerintah setempat menjadi faktor utama yang menjaga eksistensi Pasar Poso sebagai pusat kuliner Ramadan di Boyolali. (mg11/mg12/nik)
Penulis: Sapta Aprilia & Nasywa Muswanda Maqbulloh (UMS)
Editor : Niko auglandy