Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Tips Berbuka Puasa Agar Lebih Sehat, Ini Tips dari Pakar Gizi

Mannisa Elfira • Rabu, 12 Maret 2025 | 02:02 WIB

 

DIAJARI: Siswa-siswi salah satu sekolah SD di Kota Solo menggelar literasi cuci tangan yang baik dan benar.
DIAJARI: Siswa-siswi salah satu sekolah SD di Kota Solo menggelar literasi cuci tangan yang baik dan benar.

RADARSOLO.COM – Berbuka menjadi salah satu waktu yang dinanti-nanti umat muslim setelah menahan lapar dan dahaga selama seharian.

Nah, ternyata ada loh tips berbuka sehat tanpa menyakiti pencernaan kita. Bagaimana caranya?

Ketua Prodi S1 Gizi Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta Dewi Pertiwi Dyah Kusudaryati memberikan sejumlah tips berbuka sehat. Yang pertama adalah mencuci tangan. Saking kelaparannya, biasanya orang melupakan hal penting ini. 

"Kadang karena terburu-buru, langsung ambil makanan atau minum tanpa sadar kalau tangannya masih kotor dan sebagainya. Takutnya mungkin ada kuman, bakteri, ini akan mengganggu kesehatan karena rentan terjadi infeksi. Jadi jangan lupakan cuci tangan," sebut Dewi kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (11/3/2025).

Selanjutnya adalah tidak langsung makan dalam jumlah banyak atau porsi berlebihan. Dewi menjelaskan, saat puasa lambung kosong selama beberapa jam. Ini perlu diperhatikan, khususnya bagi yang memiliki masalah lambung.

"Makan langsung dalam jumlah berlebih dapat membuat perut begah dan tidak nyaman," sambung Dewi.

Ketiga adalah memenuhi cairan. Dewi menyebutkan, dalam agama Islam pun dijelaskan bahwa umat perlu menyegerakan berbuka puasa. Termasuk segera memenuhi cairan dengan jumlah yang cukup.

"Untuk mencegah dehidrasi karena kita sudah berjam-jam tidak ada cairan yang masuk. Jadi bisa silahkan minum dengan jumlah yang cukup. Tapi juga jangan terlalu berlebihan karena minum yang banyak bisa membuat perut begah," paparnya.

Selanjutnya adalah, menghindari makanan santan, berlemak, dan manis gula tambahan. Seperti kolak, gorengan-gorengan, dan lain sebagainya. 

"Makanan yang berlemak tinggi, bersantan, ini sebetulnya kurang baik untuk dikonsumsi saat berbuka dalam jumlah banyak. Ini bisa mengganggu pencernaan. Misalnya pengen makan kolak, dianjurkan setelah makan utama saja. Jadi tidak langsung pertama kali saat berbuka," tambahnya.

"Menghindari makanan manis (gula tambahan, Red) karena bisa menyebabkan kadar gula meningkat," lanjutnya.

Selain itu, Dewi juga menyarankan untuk menghindari kafein. Seperti, kopi, teh, hingga coklat.

"Sebenarnya boleh tapi tidak boleh berlebihan. Karena efeknya jadi lebih sering pipis. Kafein punya efek diuretik, merangsang untuk terus buang air kecil. Ini kalau minumnya tidak diimbangi dengan cairan lain akan berdampak pada dehidrasi," sambung Dewi.

Yang perlu dihindari lainnya adalah minuman bersoda. Minuman jenis tersebut memang kurang bagus untuk pencernaan. 

"Kalau untuk susunan makanan berat, karbohidrat itu pasti untuk mengembalikan energi kita. Yang sudah tidak ada asupan selama satu hari, dengan makan karbohidrat, misalnya nasi, kentang, akan mengembalikan energi kita," tuturnya.

Protein hewani dan nabati juga tak kalah penting. Khususnya bagi anak-anak yang sudah berpuasa. Untuk anak, protein itu yang penting karena anak-anak masih masa pertumbuhan.

"Jadi jangan sampai gara-gara berpuasa, asupan protein jadi berkurang. Justru mereka perlu asupan protein yang lebih saat puasa," sambungnya.

"Lalu lemak tetap ada, lemak yang baik bukan jeroan dan lainnya. Lemak sehat seperti alpukat, serat juga bagus, buah, sayur itu harus tetap ada. Jadi makanan lengkap untuk berbuka puasa," sebutnya. (nis/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#puasa #tips #Ramadan #cuci tangan