RADARSOLO.COM - Ngabuburit merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilakukan umat muslim menjelang buka puasa. Nah, anak-anak Al-Hika Sufi Dance di Boyolali punya cara tersendiri untuk menunggu waktu adzan Magrib berkumandang.
Bukannya mencari jajanan, mereka memilih untuk latihan tari sufi di masjid.
Berkumpul dengan teman-teman sesama penari, bercanda gurau, mengasah skill tarinya merupakan hal yang menyenangkan bagi mereka.
"Dalam bulan Ramadan ini tidak seperti biasa. Biasanya latihan saat malam hari, namun ketika anak-anak ingin kumpul, mereka ya kumpul sambil berlatih saat sore hari di waktu ngabuburit," ujar pelatih Al-Hika Sufi Dance Joko Sriweha kepada Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Jawa Pos Radar Solo Gelar Bukber: Mempererat Kekompakan Keluarga Besar
Joko mengatakan, anak-anak malah senang bisa berlatih di sore hari. Cukup maklum, rasa capeknya baru terasa saat mendekati waktu berbuka.
"Kalau sudah terasa capek dilanjutkan dengan obrolan-obrolan ringan sambil menunggu buka yang sudah tidak lama lagi," sambungnya.
Selama latihan di sore hari, Joko biasanya hanya menyarankan kepada anak untuk tetap fokus. Berlatih dengan sungguh-sungguh, bukan hanya sekadar latihan dan asal-asalan.
"Karena kunci keberhasilan latihan tari sufi ini adalah ketika si penari sufi menemukan titik fokus, sehingga berpusatnya 1 titik fokus antara hati dan pikiran," paparnya.
Tari Sufi memang menjadi salah satu pilihan untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Anak asuh Joko pun sudah ada yang berangkat ke event di Solo, ada juga yang di Jogjakarta.
Sebagai informasi, Tari Sufi merupakan tari yang berasal Persia dengan gerakan memutar dan tenur yang berkembang tersebut merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan rasa cinta kepada Allah SWT.
Dalam menari sufi, setiap putarannya para penari melantunkan dzikir. Dengan begitu tari sufi ini salah satu jalan dalam mendekatkan diri pada Allah SWT. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy