RADARSOLO.COM – Taman Jayawijaya di Mojosongo, Kota Solo kini telah menjadi salah satu destinasi favorit bagi warga Mojosongo dan sekitarnya. Khususnya untuk ngabuburit selama bulan Ramadan ini.
Dengan suasana yang asri dan area bermain yang luas, taman ini menawarkan pengalaman menyenangkan.
Baik bagi keluarga, hingga antarteman yang tengah menunggu waktu berbuka puasa.
Selain menjadi tempat yang nyaman dan asyik untuk bersantai, Taman Jayawijaya kini juga menjadi tempat untuk berburu takjil.
Di kawasan lokasi wisata ini banyak lapak pedagang kuliner dan takjil yang memenuhi hampir semua sisi taman.
Para pedagang di Taman Jayawijaya merasakan euforia penjualan yang luar biasa pada minggu pertama Ramadan. Suasana kala itu ramai dan antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk berburu takjil.
Situasi ini membuat banyak pedagang mengalami peningkatan signifikan dalam omzet penjualannya
Penjual churros yang sudah berjualan selama 4 tahun di Taman Jayawijaya, Arum mengiakan bahwa antusiasme warga dalam berbelanja jelas waktu berbuka di minggu pertama Ramadan begitu besar.
Namun di pekan kedua ini, para pedagang menghadapi tantangan baru.
Dalam beberapa hari terakhir, penjualan mereka mengalami penurunan yang cukup mencolok.
“Minggu pertama sih sempat naik banget, tetapi setelah itu penjualan mengalami penurunan. Kaya hari-hari biasa saja penjualannya, mungkin karena banyak yang sudah punya rencana berbuka bersama,” beber Arum.
Minggu pertama Ramadan memang menjadi momen yang dinanti-nanti, di mana masyarakat berbondong-bondong membeli takjil dan makanan untuk berbuka puasa.
Namun, seiring berjalannya waktu, antusiasme tersebut tampaknya mulai berkurang.
Banyak pedagang mengungkapkan keprihatinan mereka, terutama karena beberapa faktor yang memengaruhi minat konsumen.
Salah satu penyebab utama adalah cuaca yang tidak menentu, dengan seringnya hujan turun menjelang waktu berbuka.
Selain itu, dengan meningkatnya rencana acara berbuka puasa bersama di berbagai tempat, yang membuat masyarakat lebih memilih berkumpul di rumah atau lokasi tertentu daripada membeli takjil di luar.
Para pedagang berharap agar situasi ini segera membaik dan cuaca lebih bersahabat, sehingga mereka dapat kembali merasakan semangat Ramadan yang penuh kebersamaan dan meningkatkan penjualan mereka di bulan suci ini. (mg11/mg12)
Penulis: Nasywa Muswanda Maqbulloh & Sapta Aprilia (UMS)
Editor : Niko auglandy