RADARSOLO.COM - Berpuasa bukan berarti membiarkan diri untuk bermalas-malasan.
Meski harus menahan nafsu, lapar, dan dahaga, umat muslim tetap dianjurkan untuk menggerakkan tubuhnya dan melakukan hal-hal yang positif di bukan puasa ini.
Salah satu cara agar tetap bugar adalah dengan olahraga tipis-tipis, atau dalam artian intensitasnya rendah hingga menengah.
Dosen Fakultras Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Hendrig Joko Prasetyo menjelaskan, olahraga itu bisa dilakukan secara aerobik dan nonaerobik. Selama bulan puasa, masyarakat dianjurkan untuk melakukan olahraga aerobik.
"Disarankan memilih olahraga aerobik saja. Tentunya dengan intesitas ringan hingga sedang," sebut Hendrig kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (16/3/2025).
Lantas apa saja olahraga aerobik itu? Hendrig menyebutkan jalan kaki atau bisa juga jogging. Masyarakat bisa melakukan olahraga ini selama bulan puasa, lakukan secara rutin lebih dianjurkan.
"Olahraga aerobik ini tujukan untuk mempertahankan kebugaran tubuh," sambungnya.
Selain itu, olahraga renang juga bisa dilakukan, tentunya dengan intensitas yang ringan atau sedang.
Hendrig juga menjelaskan, umat Muslim selama puasa disarankan tidak melakukan olahraga atau gerakan dengan intensitas tinggi.
"Nanti kalau teman-teman posisi tubuhnya kurang bagus malah bisa cedera atau terjadi hal yang tidak diinginkan," sambungnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy