RADARSOLO.COM – Masjid Ar-Rahman, yang berlokasi di Jalan Babar Layar, Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Solo.
Masjid ini menjadi salah satu pusat ibadah dan kajian keislaman yang berkembang pesat di Kota Bengawan.
Berdirinya masjid ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan ruang yang lebih luas bagi masyarakat yang ingin menghadiri kajian rutin.
Awalnya, kajian tersebut dipimpin oleh Dr. Sofyan Kasedan, seorang doktor lulusan Timur Tengah yang mendalami ilmu hadis.
Kajian ini awalnya diselenggarakan di Masjid Arofah, yang letaknya tidak jauh dari lokasi Masjid Ar-Rahman saat ini.
Namun, seiring dengan semakin banyaknya jamaah yang datang, kapasitas Masjid Arofah tidak lagi mencukupi.
Baca Juga: Masjid Riyadh, Jadi Rujukan Wisata Religi di Kota Solo
Melihat kebutuhan tersebut, masyarakat sekitar dengan dukungan dari seorang donatur, berinisiatif membangun Masjid Ar-Rahman.
Masjid ini dirancang lebih luas agar dapat menampung jamaah yang terus bertambah, baik dari warga sekitar maupun dari luar daerah.
Masjid Ar-Rahman tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi santri pondok pesantren yang menerapkan metode mulazamah.
Metode ini mengajarkan santri untuk mendalami satu pelajaran secara intens sebelum melanjutkan ke materi berikutnya, sehingga pemahaman mereka lebih mendalam dan sistematis.
Saat bulan Ramadan, masjid ini mengadakan berbagai kegiatan, seperti salat lima waktu berjamaah, buka puasa bersama, dan salat tarawih.
Selain kegiatan Ramadan, Masjid Ar-Rahman juga aktif dalam kegiatan sosial.
Beberapa waktu lalu, mereka mengadakan pasar murah di sekitar masjid dan pondok pesantren, yang dihadiri oleh masyarakat setempat.
Selain itu, mereka juga rutin menyalurkan zakat fitrah, membantu masyarakat yang membutuhkan.
Meskipun masjid ini sering dianggap sebagai bagian dari pesantren, pengurus menegaskan bahwa Masjid Ar-Rahman terbuka untuk umum.
Siapapun umat Muslim dapat melaksanakan salat dan mengikuti kegiatan di sini, tanpa perlu terafiliasi dengan pesantren tertentu.
Pendirian Masjid Ar-Rahman mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Solo saat itu, Gibran Rakabuming Raka, dan Wakil Wali Kota Teguh Prakosa, yang turut meresmikan masjid ini.
Saat ini, operasional masjid masih bergantung pada infak dan sumbangan donatur, dan pengurus berharap ke depannya pemerintah juga dapat membantu keberlangsungan masjid ini.
Meskipun belum ditemukan catatan resmi mengenai tahun pendiriannya, satu hal yang pasti adalah Masjid Ar-Rahman lahir dari semangat masyarakat Solo yang ingin terus mendalami ilmu agama dan memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui kajian rutin yang dipimpin oleh Dr. Sofyan Kasedan.
Dengan semakin berkembangnya peran masjid ini, Masjid Ar-Rahman bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, sosial, dan dakwah di Kota Solo. (mg7/mg8/nik)
Penulis : Nazla Khaerunnisa
Dokumentasi : Siti Fatimah