Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Gelar Short Course: Bikin Aplikasi Android Tanpa Coding

Niko auglandy • Selasa, 18 Maret 2025 | 15:15 WIB
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menggelar short course
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menggelar short course

RADARSOLO.COM - Masjid Raya Sheikh Zayed Solo terus menunjukkan komitmennya sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan diri dengan menghadirkan berbagai program yang relevan bagi masyarakat.

Acara di Masjid Zayed tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga mencakup berbagai tema yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Kali ini, mereka menggelar short course bertajuk: “Membangun Aplikasi Android Tanpa Coding”, sebuah pelatihan inovatif yang memungkinkan siapa saja untuk membuat aplikasi digital tanpa harus memahami bahasa pemrograman yang rumit.

Di era digital saat ini, aplikasi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan coding untuk membuat aplikasi sendiri.

Membangun aplikasi kini dapat dilakukan dengan dua pendekatan yang berbeda, yaitu menggunakan coding atau tanpa coding.

Bagi mereka yang memiliki latar belakang pemrograman, platform seperti Java, Kotlin, Dart (Flutter), C++, dan Python menjadi pilihan utama untuk menciptakan aplikasi yang kompleks dan fungsional.

Dengan koding, pengembang memiliki fleksibelitas penuh untuk mengatur logika dan desain aplikasi sesuai kebutuhan.

Dalam pelatihan ini, peserta dibimbing oleh Mei Prabowo, seorang ahli teknologi berpengalaman, yang memperkenalkan Thunkable sebagai platform utama untuk membangun aplikasi Android secara visual.

Thunkable memungkinkan pengguna untuk membuat aplikasi hanya dengan drag and drop, tanpa harus menulis satu baris kode pun.

Selama sesi, peserta diperkenalkan dengan dua tampilan utama dalam Thunkable. Pertama adalah Design View, tempat di mana mereka bisa merancang tampilan aplikasi dengan menambahkan tombol, gambar, dan elemen visual lainnya.

Kedua adalah Blocks View, yang memungkinkan pengguna untuk mengatur logika aplikasi dengan menggunakan blok kode visual yang mudah dihubungkan.

Mei Prabowo menjelaskan bahwa Thunkable menawarkan layanan gratis hingga berbayar, tergantung kebutuhan pengguna.

Pada versi gratis, peserta dapat membuat maksimal lima layar aplikasi (screen). Dalam sesi ini, peserta dibimbing untuk membuat tiga tampilan utama dalam sebuah aplikasi, yaitu Splash Screen, Welcome Page, dan Homepage.

Splash Screen menjadi tampilan pertama yang muncul saat aplikasi dibuka, biasanya berisi logo atau elemen branding.

Setelah itu, pengguna diarahkan ke Welcome Page, yang berfungsi sebagai pengantar sebelum masuk ke halaman utama aplikasi, berisi informasi singkat tentang fitur-fitur yang tersedia.

Terakhir, Homepage menjadi pusat navigasi aplikasi, memungkinkan pengguna menjelajahi berbagai fitur seperti daftar isi, kuis, game, dan silabus interaktif.

Tak hanya sekadar belajar desain tampilan aplikasi, peserta juga mendapatkan wawasan tentang bagaimana menciptakan fitur-fitur interaktif dalam aplikasi mereka.

Kuis digital menjadi salah satu aspek yang diajarkan, bertujuan untuk melatih peserta memahami logika dasar pemrograman.

Selain itu, mereka juga diajak untuk menciptakan game sederhana, guna mengasah kreativitas dalam pengembangan aplikasi.

Tujuan dari short course ini tidak hanya mengajarkan teknik membangun aplikasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta pemahaman desain antarmuka yang efektif.

Dengan keterampilan ini, peserta diharapkan lebih siap menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang pesat.

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai program edukatif yang bisa diikuti oleh siapa saja.

Dengan mengusung tema-tema yang relevan dengan perkembangan zaman, kursus ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat untuk mendapatkan keterampilan baru yang berguna di era digital.

Bagi yang tertarik untuk mengikuti sesi berikutnya, informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui akun resmi Instagram @masjidzayedsolo.

Jangan sampai ketinggalan untuk menjadi bagian dari perjalanan pembelajaran yang inspiratif ini. (mg11/mg12/nik)

Penulis: Nasywa Muswanda Maqbulloh & Sapta Aprilia (UMS)

 

Editor : Niko auglandy
#coding #Masjid Zayed #kajian