RADARSOLO.COM – Jawa Pos Radar Solo mewawancarai Habib Syech di kediamannya di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo pada Rabu malam (19/3/2025). Beliau memberikan banyak wejangan dan ilmu yang bermanfaat untuk umat. Berikut petikan wawancaranya:
RADAR SOLO: Bagaimana cara menjaga keistiqamahan dalam beribadah sepanjang bulan Ramadan?
HABIB SYECH: Kita harus tahu, keistimewaan selama bulan Ramadan di awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah (pengampunan, Red), dan akhirnya kebebasan dari api neraka. Jadi kalo kepingin istiqamah, lihatlah apa yang Anda dapat dari keistiqomahan itu. Orang yang beristiqomah itu lebih utama, Al-Istiqomah khoirun min alfi karomah (Istiqamah lebih baik daripada seribu karomah) banyak orang bisa makbul (tercapai). Masya Allah banyak macem tapi kalah sama orang istiqamah
RADAR SOLO: lalu, bagaimana cara agar generasi muda tetap mencintai islam di era media sosial dan digital seperti saat ini?
HABIB SYECH: Diarahkan saja pada hal-hal yang bermanfaat, sebenarnyakan bisa. Banyak ulama-ulama yang bisa mengarahkan anak-anak muda, dengan arah digitalisasi dia bisa menikmati untuk apapun dan bagaimana mengembangkan anak-anak muda kepada orang-orang didunia. Kan ada dakwah yang melalui digital seperti ustad Hanan Attaki, Adi Hidayat, Gus Baha. Itu istimewa, jangan seperti saya yang gaptek. Saya ini gak pandai ceramah, saya cuma pintar salawat tok, jadi kalo ada yang bilang saya ulama, saya hanya seorang penyanyi.
RADAR SOLO : Bagaimana peran salawat dalam mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah keberagamannya?
HABIB SYECH: Menurut saya memaparkan kalau salawat ialah amaliah yang akan mempersatukan umat, karena membicarakan adab dan akhlak, serta kebiasan sang baginda besar Muhammad SAW yang menyatukan umat muslim.
RADAR SOLO: Di era digital, bagaimana cara dakwah Islam bisa tetap menunjukkan perannya dan tidak memicu perpecahan?
HABIB SYECH: Terkait di era digital seperti saat ini, saya meminta agar tidak menyebar berita hoax dan jangan membuat opini yang bisa memecah belah orang lain. Oleh karena itu di zaman sekarang, sangat mudah (semua informasi) untuk diakses oleh orang. Ini bisa dengan mudah dipercaya dengan adanya berita yang hoax. Habib Syech meminta untuk membuat berita yang menarik yang bisa membawa manfaat bagi banyak orang. Pesan dari saya untuk media dan juga semua orang kalau bersalawat memiliki fungsi untuk menyatukan Indonesia, tanah air kita. Serta jadikan media tempat wadah untuk membuat berita yang berguna untuk dibaca banyak orang. Bermanfaat untuk semua orang juga. Oleh karena itu setiap penyebab satu berita yang menyakitkan hati seorang setanah air, maka dosanya sangatlah besar. (mg7/mg8/nik)
Penulis: Nazla Khaerunnisa dan Siti Fatimah
Fotografer: Siti Fatimah
Editor : Niko auglandy