Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadhan 2026, Ini Bacaan Doa dan Salam Sesuai Sunnah

Nur Pramudito • Jumat, 30 Januari 2026 | 14:30 WIB

 

Tradisi ziarah kubur jelang Ramadhan 2026 lengkap dengan bacaan doa dan salam sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Tradisi ziarah kubur jelang Ramadhan 2026 lengkap dengan bacaan doa dan salam sesuai sunnah Rasulullah SAW.

RADARSOLO.COM - Menjelang datangnya Ramadhan 2026, umat Islam di berbagai daerah kembali menghidupkan tradisi ziarah kubur.

Aktivitas ini menjadi momen spiritual untuk mengenang keluarga yang telah wafat sekaligus mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan hati yang lebih bersih.

Dalam praktiknya, ziarah kubur biasanya dilakukan dengan membersihkan makam, merapikan area sekitar, lalu membaca bacaan doa dan salam untuk para ahli kubur.

Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Melalui doa dan salam ziarah kubur, seorang Muslim diajak mendoakan orang-orang yang telah mendahului serta menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara.

Berikut penjelasan lengkap mengenai makna tradisi ziarah kubur menjelang Ramadhan 2026, bacaan yang dianjurkan, serta adab yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Wajib Coba saat Ramadhan 2026, Ini 3 Menu Es Buka Puasa yang Mudah Dibuat dan Menyegarkan

Alasan Tradisi Ziarah Kubur Ramai Dilakukan Menjelang Ramadhan 2026

Di banyak wilayah Indonesia, tradisi ziarah kubur umumnya dilaksanakan pada akhir bulan Sya’ban atau beberapa hari sebelum puasa dimulai.

Pada waktu tersebut, masyarakat berbondong-bondong mendatangi makam keluarga untuk membersihkan dan memanjatkan doa.

Ada beberapa hikmah di balik kebiasaan ini. Pertama, ziarah kubur menjadi pengingat nyata bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT.

Pemandangan makam yang berjejer mampu melunakkan hati dan mendorong seseorang untuk lebih sungguh-sungguh menjalani ibadah di bulan Ramadhan 2026.

Kedua, ziarah juga mempererat hubungan keluarga. Banyak sanak saudara yang jarang bertemu akhirnya berkumpul dalam satu waktu.

Selain itu, kegiatan membersihkan makam turut memberi manfaat sosial dengan menjaga kebersihan lingkungan pemakaman.

Dengan demikian, tradisi ziarah kubur tidak hanya bernilai ibadah personal, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat.

Ziarah Kubur dalam Ajaran Rasulullah SAW

Pada masa awal Islam, Rasulullah SAW sempat melarang umatnya melakukan ziarah kubur.

Larangan ini bertujuan mencegah praktik jahiliah yang bertentangan dengan tauhid, seperti meminta kepada penghuni kubur.

Namun, setelah akidah kaum Muslimin semakin kokoh, Rasulullah SAW mencabut larangan tersebut dan justru menganjurkan ziarah.

Beliau menegaskan bahwa ziarah kubur dapat mengingatkan seseorang pada kematian dan kehidupan akhirat.

Rasulullah SAW juga mengajarkan secara langsung bacaan salam ziarah kubur.

Saat mendatangi pemakaman Baqi’ di Madinah, beliau membuka ziarah dengan salam dan dilanjutkan doa untuk para penghuni kubur.

Salah satu bacaan salam yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

Assalamu‘alaikum dara qaumin mu’minin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun.

Artinya:

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur dari kaum Mukmin. Sesungguhnya kami, insyaallah, akan menyusul kalian.”

Bacaan Doa dan Salam Ziarah Kubur yang Lebih Lengkap

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW mengajarkan bacaan doa dan salam ziarah kubur yang lebih panjang kepada Siti Aisyah RA, yaitu:

السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

Assalamu ‘ala ahlid diyari minal mu’minina wal muslimin, yarhamullahu mustaqdimina minkum wa minna wal musta’khirin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun.

Artinya:

“Semoga keselamatan tercurah kepada para penghuni kubur dari kalangan Mukmin dan Muslim. Semoga Allah merahmati mereka yang telah lebih dahulu wafat dan yang kelak menyusul, baik dari kalian maupun dari kami. Sesungguhnya kami, insyaallah, akan menyusul kalian.”

Setelah mengucapkan salam ziarah kubur, dianjurkan melanjutkan dengan doa memohon ampunan dan rahmat Allah SWT untuk orang-orang yang diziarahi.

Adab Ziarah Kubur yang Dianjurkan

Agar ziarah kubur bernilai ibadah dan sesuai tuntunan Islam, ada beberapa adab yang sebaiknya dijaga:

  1. Mengucapkan salam dan membaca doa

    Awali ziarah dengan bacaan salam, lalu panjatkan doa untuk para ahli kubur.

  2. Menjaga sikap dan perilaku

  3. Bersikap tenang, sopan, serta menjaga kesucian lisan selama berada di pemakaman.

  4. Tidak berlebihan dalam menangis

    Menangis karena haru diperbolehkan, namun ratapan keras yang menunjukkan penolakan terhadap takdir tidak dibenarkan.

  5. Menjauhi praktik yang tidak diajarkan Islam

    Hindari meminta kepada penghuni kubur atau ritual yang berpotensi mengarah pada kesyirikan.

  6. Menjadikan ziarah sebagai sarana muhasabah

    Hadirkan kesadaran bahwa kematian pasti datang, sehingga ziarah kubur menjadi bekal memperbaiki diri menjelang Ramadhan 2026.

Melalui tradisi ziarah kubur, umat Islam tidak hanya mendoakan orang-orang tercinta yang telah wafat, tetapi juga menyiapkan hati dan iman untuk menyambut Ramadhan 2026 dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Semoga bacaan doa dan salam ziarah kubur ini dapat diamalkan dan membawa keberkahan.(np)

Editor : Nur Pramudito
#Salam #bulan suci #bacaan doa #ziarah kubur #ramadhan 2026 #ramadhan #tradisi jelang ramadhan #muhammad saw