Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Hitung Pakai Cara Falakiyah, Kemenag Aceh Perkirakan Puasa Ramadhan Jatuh 19 Februari 2026: Berikut 96 Lokasi Pantau Hilal

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 12 Februari 2026 | 14:15 WIB
Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi berbincang bersama Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/4). (ISTIMEWA)
Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi berbincang bersama Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/4). (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh merilis prakiraan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Berdasarkan perhitungan Tim Falakiyah, awal puasa tahun ini diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Prakiraan ini didasari oleh posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk pada saat pelaksanaan rukyatulhilal yang dijadwalkan pada 29 Syakban mendatang.

Posisi Hilal Negatif di Seluruh Indonesia

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menjelaskan bahwa meski rukyatulhilal tetap menjadi acuan resmi, data astronomi menunjukkan hilal tidak mungkin teramati pada Selasa, 17 Februari 2026 (29 Syakban 1447 H).

"Berdasarkan data Tim Falakiyah, posisi hilal pada 29 Syakban masih berada di bawah ufuk (horizon). Karena tidak mungkin diamati, maka bulan Syakban akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari," ujar Azhari seperti dikutip dari antaranews.com.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, merinci data teknis posisi hilal di Markas Lhoknga, Aceh Besar:

"Dengan posisi minus seperti ini, dapat dipastikan hilal tidak mungkin terlihat di seluruh wilayah Indonesia. Maka, awal Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026," tegas Alfirdaus.

Menunggu Keputusan Sidang Isbat

Meski data falakiyah menunjukkan hasil yang presisi, Azhari menekankan bahwa umat Islam harus tetap menunggu keputusan resmi dari Pemerintah RI.

Pengumuman hasil Sidang Isbat dijadwalkan akan disiarkan langsung oleh Menteri Agama pada 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Di penghujung bulan Syakban ini, Kemenag Aceh mengajak umat Islam untuk mulai menyiapkan fisik dan memperdalam pemahaman mengenai amalan-amalan utama di bulan Ramadan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 12 Februari 2026:Turun Tipis ke Rp 2,94 Juta per Gram, Cek Daftarnya dan Pajak Buyback

"Penting bagi kita meningkatkan kualitas ibadah agar pelaksanaan puasa berjalan optimal dan mencapai derajat takwa," pungkas Azhari.

Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H Digelar 17 Februari 2026: Pantau Hilal di 96 Titik, Termasuk Masjid IKN

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) RI bersiap menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pertemuan penting ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta, mulai pukul 16.00.

Sidang ini menjadi momen yang paling dinantikan umat Islam di Indonesia sebagai acuan resmi dimulainya ibadah puasa, mengingat sering terjadinya perbedaan metode penentuan (hisab dan rukyat).

Tiga Tahapan Utama Sidang Isbat

Penetapan awal Ramadan dilakukan melalui prosedur yang transparan dan ilmiah, yang terbagi dalam tiga tahap:

1. Pemaparan Posisi Hilal: Tim Ahli Hisab Rukyat Kemenag akan menyampaikan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab) dari seluruh wilayah Indonesia.

2. Verifikasi Lapangan (Rukyatulhilal): Verifikasi data melalui pengamatan langsung di 96 titik lokasi yang tersebar di 34 provinsi.

3. Sidang Tertutup dan Pengumuman: Pembahasan hasil verifikasi bersama perwakilan organisasi Islam (Ormas), MUI, pakar astronomi, serta duta besar negara sahabat, yang kemudian disiarkan langsung melalui media massa.

96 Lokasi Pengamatan Hilal

Pemerintah telah menyiapkan titik-titik strategis di seluruh penjuru tanah air.

Untuk pertama kalinya, Masjid IKN di Otorita Ibu Kota Nusantara direncanakan ikut menjadi salah satu titik pengamatan resmi.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Pemain Timnas Indonesia Super League Viral Diduga Lakukan Kekerasan dan Selingkuhi Kekasih, Keluarga Sudah Turun Tangan

Berikut adalah beberapa lokasi pengamatan unggulan di wilayah Jawa dan sekitarnya:

Jawa Tengah

DKI Jakarta

Gedung Kanwil Kemenag DKI, Masjid Raya Hasyim Asyari, dan Monas.

Baca Juga: Awal Puasa Ramadan 2026 Jatuh Hari dan Tanggal Berapa? Ini Perkiraan Terbaru Versi Muhammadiyah, NU, Pemerintah dan Arab Saudi

Jawa Timur

POB Bukit Banjarsari Blitar dan Pantai Srau Pacitan.

Luar Jawa

Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang (Aceh), Pantai Lampu Satu (Merauke), dan Pantai Masni (Manokwari).

Sinergi Lintas Sektoral

Sidang Isbat 2026 akan melibatkan partisipasi luas dari berbagai lembaga teknis dan keagamaan, di antaranya:

• Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

• Majelis Ulama Indonesia (MUI).

• Mahkamah Agung dan Komisi VIII DPR RI.

• Pakar Falak dari berbagai perguruan tinggi Islam.

Menteri Agama dijadwalkan mengumumkan hasil keputusan sidang ini pada pukul 19.00 WIB.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kerukunan serta mengikuti ketetapan resmi pemerintah dalam mengawali ibadah puasa Ramadan 1447 H. (wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#puasa ramadhan #lokasi pantau hilal #Falakiyah #kapan puasa #Kemenag Aceh