Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026 di Bulan Suci: Tata Cara Mandi Keramas yang Benar Menurut Syariat

Nur Pramudito • Selasa, 17 Februari 2026 | 12:05 WIB

Panduan Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026 di bulan suci lengkap dengan Tata Cara dan Mandi Keramas sesuai syariat Islam.
Panduan Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026 di bulan suci lengkap dengan Tata Cara dan Mandi Keramas sesuai syariat Islam.

RADARSOLO.COM - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, umat Muslim di berbagai penjuru dunia mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual.

Salah satu amalan yang kerap dilakukan adalah mandi wajib atau mandi junub sebelum memasuki waktu subuh di awal puasa.

Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan tahunan, melainkan bagian dari upaya menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah di bulan penuh berkah.

Banyak umat Islam mencari panduan tentang Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026, lengkap dengan Tata Cara Mandi Keramas yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi hadas besar karena haid, nifas, atau keluarnya air mani, mandi wajib menjadi kewajiban sebelum melaksanakan ibadah tertentu.

Baca Juga: Kapan Sudang Isbat Ramadhan 2026? Ini Jadwal Resmi Penentuan Awal Puasa oleh Kemenag

Makna Mandi Wajib Menjelang Bulan Suci

Mandi besar sebelum memasuki bulan suci Ramadhan dipahami sebagai bentuk penyucian diri lahir dan batin.

Dalam Islam, mandi junub bertujuan untuk menghilangkan hadas besar agar seseorang berada dalam kondisi suci saat beribadah.

Namun perlu dipahami, mandi wajib sebelum puasa bukan termasuk rukun atau syarat sah puasa.

Artinya, apabila seseorang masih dalam keadaan junub ketika waktu subuh tiba, puasanya tetap sah selama ia segera melaksanakan mandi wajib setelahnya dan tidak menunda dengan sengaja.

Kewajiban mandi berlaku apabila memang terdapat sebab hadas besar. Dalam kondisi tersebut, mandi bukan lagi sunnah, melainkan kewajiban yang harus ditunaikan.

Anjuran mandi di bulan Ramadhan juga pernah dijelaskan oleh ulama besar mazhab Syafi’i, Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri.

Ia menyebutkan adanya sejumlah mandi sunnah, termasuk mandi untuk setiap malam Ramadhan bagi yang hendak menghadiri jamaah.

Hal ini menunjukkan bahwa mandi di bulan suci memiliki nilai adab dan penghormatan terhadap kemuliaan Ramadhan.

Bacaan Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026

Dalam mazhab Syafi’i, Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026 dibaca bersamaan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh. Niat dapat dilafalkan atau cukup dalam hati.

Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari minal janabati fardhol lillahi ta’ala.

Artinya:

“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Memahami Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026 menjadi hal penting agar mandi yang dilakukan tidak sekadar aktivitas membersihkan tubuh, melainkan ibadah yang bernilai pahala.

Tata Cara dan Mandi Keramas Ramadhan yang Benar

Adapun Tata Cara Mandi Keramas Ramadhan pada dasarnya sama seperti mandi wajib pada umumnya. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Membaca niat mandi wajib ketika mulai menyiramkan air.

  2. Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.

  3. Membersihkan bagian tubuh yang terkena najis, terutama kemaluan, dengan tangan kiri.

  4. Mencuci kembali kedua tangan hingga bersih.

  5. Berwudhu seperti hendak melaksanakan salat.

  6. Mengguyur kepala tiga kali sampai air merata ke kulit kepala.

  7. Menyela rambut dengan jari-jari agar air sampai ke pangkal rambut.

  8. Mengguyur seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan, kemudian kiri.

  9. Memastikan seluruh lipatan tubuh terkena air.

Dengan mengikuti Tata Cara dan Mandi Keramas tersebut, mandi wajib yang dilakukan telah memenuhi ketentuan fikih.

Pemahaman tentang Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026 dan tata cara pelaksanaannya membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih yakin dan tenang.

Waktu Pelaksanaan Mandi Wajib

Mandi wajib sebaiknya dilakukan sebelum waktu subuh. Seseorang dapat melaksanakannya setelah sahur atau sebelum azan subuh berkumandang.

Namun jika waktu fajar sudah masuk sementara ia masih dalam keadaan junub, puasanya tetap sah.

Hal ini merujuk pada hadis riwayat Sahih Muslim yang disampaikan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:

قَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ فِى رَمَضَانَ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ غَيْرِ حُلُمٍ فَيَغْتَسِلُ وَيَصُومُ.

Artinya:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapati waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi, lalu beliau mandi dan tetap berpuasa.”

Hadis ini menjadi dasar bahwa kondisi junub saat masuk subuh tidak membatalkan puasa, selama mandi tetap dilakukan setelahnya.

Persiapan Menyambut Ramadhan 2026

Pada akhirnya, mandi wajib bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga simbol kesiapan hati menyambut bulan suci Ramadhan 2026.

Selain memahami Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, memperbaiki akhlak, serta mempererat hubungan sosial.

Dengan memahami Tata Cara dan Mandi Keramas yang benar, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk.

Ramadhan pun disambut dengan tubuh yang bersih dan hati yang siap menerima rahmat serta ampunan Allah SWT.(np)

Editor : Nur Pramudito
#bulan suci #mandi keramas #tata cara #ramadhan 2026 #niat mandi puasa ramadhan