Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sejarah Sidang Isbat untuk Tentukan Awal Puasa Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 17 Februari 2026 | 18:42 WIB
CEK: Pemantauan hilal di Observatorium Pondok Pesantren Modern Assalaam, Sukoharjo (28/2/2025)   
CEK: Pemantauan hilal di Observatorium Pondok Pesantren Modern Assalaam, Sukoharjo (28/2/2025)  

RADARSOLO.COM-Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah melalui sidang isbat yang digelar Selasa (17/2/2026).

Hasil sidang ini nantinya menjadi pedoman resmi awal puasa bagi umat Islam di Indonesia.
Tahukah kamu sejak kapan sidang isbat dilaksanakan?

Sejarah Sidang Isbat

Dikutip dari kemenag.go.id, kewenangan Kementerian Agama dalam menetapkan hari raya dimulai sejak tahun 1946 melalui Penetapan Pemerintah Nomor 2/Um.

Mekanisme ini kemudian diperkuat pada era 1960-an dengan pelembagaan Sidang Isbat dan Keputusan Menteri Agama Nomor 47 Tahun 1963.

Pada tahun 1972, dibentuk Badan Hisab dan Rukyat (BHR) yang bertugas menyatukan penentuan awal bulan Islam dan menjaga persatuan umat.

Metode Penetapan

Negara hadir untuk memfasilitasi kepastian waktu ibadah tanpa mencampuri substansi ibadahnya.
Dalam penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah, Indonesia mengakomodasi dua metode yang berkembang di masyarakat, yaitu:

Secara hukum, UU No. 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama menegaskan peran pengadilan agama dalam mengisbatkan kesaksian rukyat hilal untuk penetapan nasional oleh Menteri Agama.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa No. 2 Tahun 2004 juga menegaskan kewajiban umat Islam menaati ketetapan pemerintah (penetapan secara nasional) yang diputuskan setelah berkonsultasi dengan ormas Islam dan instansi terkait.

Kriteria Baru dan Upaya Unifikasi

Kementerian Agama kini menggunakan kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) dengan standar tinggi bulan 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Baca Juga: Kapan Sholat Tarawih Pertama 2026 Dilaksanakan? Ini Jadwal Menurut Muhammadiyah dan Hasil Sidang Isbat

Pemerintah terus berupaya melakukan langkah strategis bersama ormas Islam (seperti NU dan Muhammadiyah) serta lembaga sains (BMKG, LAPAN/BRIN) untuk mewujudkan penyatuan Kalender Hijriyah atau Kalender Islam Global guna meminimalkan perbedaan dalam pelaksanaan ibadah umat Islam. (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#awal puasa #ramadhan #sidang isbat #sejarah