RADARSOLO.COM - Umat muslim di Indonesia siap menyambut puasa Ramadan 1447 H, di mana sesuai penetapan pemerintah dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026 besok.
Sehingga sholat Tarawih pertama akan mulai dilaksanakan Rabu, 18 Februari 2026, malam ini.
Ibadah sunnah yang hanya ada di bulan suci ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas keimanan dan memperbanyak amal saleh.
Sholat Tarawih biasanya digelar setelah Isya dan dilanjutkan dengan Witir sebagai penutup rangkaian qiyam Ramadan.
Berikut panduan lengkap bacaan niat sholat Tarawih dan Witir dalam tulisan Arab, latin, arti, serta tata caranya.
Apa Itu Sholat Tarawih?
Secara bahasa, “tarawih” adalah bentuk jamak dari kata تَرْوِيْحَةٌ (tarwihah) yang berarti waktu istirahat sejenak.
Penamaan ini merujuk pada praktik para sahabat yang beristirahat setiap selesai empat rakaat.
Dalam praktiknya, jumlah rakaat Tarawih yang umum dilaksanakan di Indonesia adalah:
- 8 rakaat + 3 rakaat Witir (total 11 rakaat)
- 20 rakaat + 3 rakaat Witir (total 23 rakaat)
Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali menganjurkan Tarawih dikerjakan secara berjamaah di masjid, meski tetap sah bila dilakukan sendiri di rumah.
Hukum sholat Tarawih dan Witir adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan).
Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih
Sholat Tarawih dikerjakan setelah salat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Umumnya dilaksanakan setelah Isya dan sebelum Witir.
Sementara Witir bisa langsung ditunaikan setelah Tarawih atau ditunda di akhir malam bersamaan dengan Tahajud.
Bacaan Niat Sholat Tarawih
Niat dilakukan di dalam hati. Namun, melafalkannya membantu menghadirkan kekhusyukan.
1. Niat Tarawih 2 Rakaat Berjamaah (Sebagai Makmum)
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Tarawih 2 Rakaat Sebagai Imam
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Latin:
Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati adā an imāman lillaahi ta’alaa
Artinya:
"Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Tarawih Sendiri
Arab:
ااُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Latin:
Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya:
“Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”
Bacaan Niat Sholat Witir 3 Rakaat
Setelah Tarawih selesai, ibadah dilanjutkan dengan Witir sebagai penutup.
Niat Witir 3 Rakaat
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaaman) lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai (makmum/imam) karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Tarawih
Sholat Tarawih dikerjakan dua rakaat satu salam. Berikut urutannya:
- Membaca niat sesuai posisi (imam/makmum/sendiri)
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca Al Fatihah
- Membaca surah Alquran
- Rukuk dengan tuma’ninah
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua
- Tasyahud akhir
- Salam
Rangkaian tersebut diulang hingga mencapai 8 atau 20 rakaat.
Tata Cara Sholat Witir
Witir dapat dilakukan:
- 3 rakaat langsung dengan satu salam
- 2 rakaat salam, lalu 1 rakaat salam
Langkah-langkahnya sama seperti sholat pada umumnya. Setelah salam, dianjurkan membaca doa.
Keutamaan Tarawih dan Witir
Sholat Tarawih menjadi salah satu amalan utama Ramadan.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan penuh harap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Karena itu, umat Islam dianjurkan menjaga konsistensi Tarawih dan Witir sepanjang bulan suci. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria