Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Spesial! Tradisi Bubur Samin Masjid Darussalam Solo Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Tiap Hadir Dibagikan 1.500 Porsi Gratis

Silvester Kurniawan • Kamis, 19 Februari 2026 | 18:04 WIB
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani bagikan bubur samin di Masjid Darussalam, Jayengan, Serengan, Kamis sore (19/2).
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani bagikan bubur samin di Masjid Darussalam, Jayengan, Serengan, Kamis sore (19/2).

RADARSOLO.COM - Semarak Ramadan kembali terasa di Masjid Darussalam, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo.

Sebab masjid ini dikenal dengan tradisi bagi-bagi ribuan porsi bubur samin khas Banjar, Kalimantan Selatan setiap hari. Termasuk di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini.

Menariknya lagi, terhitung sejak Oktober 2025, tradisi ini resmi ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia.

Inilah yang membuat pembagian bubur samir perdana di bulan puasa kali ini, Kamis sore (19/2), terasa spesial.

Hadir dalam pembagian bubur samin, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. Tak sendirian, Astrid didampingi KGPH Dipokusumo, hingga mantan wali kota Teguh Prakosa.

Astrid semringah, tradisi bubur samin yang sudah mengakar sejak 1985 ini terus lestari. Sebagai pewujudan akulturasi budaya dari pendatang asli Banjar, Kalimantan Selatan itu tumbuh menjadi tradisi baru yang berbaur dengan kehidupan masyarakat asli Solo.

Dibuktikan dengan semangat toleransi yang juga telah mengakar sejak lama.

“Ini akulturasi yang sudah berlangsung bertahun-tahun, dari warga asli Banjar yang sudah tinggal dan menetap di Solo. Kami sangat mengapresiasi tradisi di Masjid Darussalam ini. Mari dijaga sama-sama tradisi yang sudah baik ini,” ucap Astrid.

Eksistensi kebudayaan yang muncul dari warga keturunan Banjar di sekitar Masjid Darussalam, akhirnya diakui Kemenbud.

Terhitung mulai Oktober 2025 lalu, aktivitas berbagi bubur samin khas Banjar resmi diakui sebagai warisan budaya tak benda, bersamaan dengan 13 item kebudayaan lainnya.

“Tahun lalu Kota Solo dapat 14 item warisan tak benda dari Kementerian Kebudayaan. Salah satunya tradisi bubur samin. Ini menguatkan posisi Kota Solo akan berbagai segi kebudayaan yang ada. Termasuk dari sisi kuliner,” imbuh Astrid.

Tiap hari, panitia menyiapkan 1.500 porsi bubur samin selama Ramadan. Rinciannya, 1.200 porsi dibagikan ke warga saat siang hingga sore.

Sedangkan yang 300 porsi disantap bersama saat berbuka puasa. Bersama dengan sajian kopi khas untuk jamaah yang hendak berbuka di masjid setempat.

Pengelola Masjid Darussalam bersyukur mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Baik dukungan logistik maupun pengajuan tradisi ini sebagai warisan budaya tak benda.

Alhamdulillah, sejak 2025 tradisi bubur samin sudah menjadi warisan budaya tak benda,” beber Ketua Panitia Ramadan Masjid Darussalam Nur Cholis.

Sementara itu, antrean masyarakat yang ingin membawa pulang bubur samin mengular. Menu legit beraroma rempah dan daging kambing itu sudah disajikan sejak pukul 14.00.

Hujan deras yang turun sejak siang, tidak menyurutkan langkah masyarakat untuk antre.

“Mau saya bawa pulang. Ikut antre bubur samin buat buka bersama suami dan anak-anak di rumah,” ujar Marsiati, 70, warga Kampung Reksoniten, Gajahan, Pasar Kliwon, Solo. (ves/fer)

Editor : fery ardi susanto
#bubur samin #Tradisi Bubur Samin #wakil wali kota solo astrid widayani #bubur samin solo #Masjid Darussalam Jayengan #bubur samin asli banjar #bubur samin adalah #tradisi bubur samin solo warisan budaya tak benda #Wawali Astrid #Masjid Darussalam