RADARSOLO.COM - Menjaga kesehatan pencernaan selama menjalani puasa di Ramadhan 2026 tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan cairan.
Asupan serat dari buah dan sayuran juga berperan besar agar tubuh tetap nyaman beribadah sepanjang hari.
Ahli gizi Rita Ramayulis menekankan bahwa konsumsi buah dan sayur saat sahur maupun berbuka pada Ramadhan 2026 sebaiknya tidak diabaikan.
Menurutnya, kedua kelompok makanan tersebut merupakan sumber serat utama yang dibutuhkan tubuh ketika frekuensi makan berkurang.
“Pada dasarnya semua buah dan sayur membantu melancarkan pencernaan. Namun, jika mencari yang bekerja lebih cepat, pepaya termasuk pilihan baik karena memiliki enzim pencernaan,” ujar Rita, Rabu (18/2/2026), dikutip dari Antara.
Dosen di Universitas Faletehan itu menjelaskan, hampir seluruh jenis buah dan sayur berkontribusi menjaga kesehatan saluran cerna selama Ramadhan 2026.
Meski demikian, pepaya kerap menjadi favorit karena enzim alaminya membantu memecah makanan sehingga proses pencernaan berlangsung lebih efisien.
Selain pepaya, alpukat juga layak dipilih. Kandungan lemak sehat pada buah ini tidak hanya mendukung fungsi pencernaan, tetapi juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama—hal yang penting saat sahur agar energi tetap stabil hingga waktu berbuka di Ramadhan 2026.
Baca Juga: Ide Takjil Sehat Ramadhan 2026: 10 Menu Buka Puasa Tanpa Gorengan yang Bikin Tubuh Tetap Fit
Buah naga pun sering dikaitkan dengan kelancaran buang air besar. Kombinasi serat tinggi dan kadar air yang melimpah membuat buah ini cocok disantap baik saat sahur maupun berbuka.
Untuk sayuran, Rita menyarankan jenis yang ringan dan mudah dicerna, seperti bayam dan wortel.
Keduanya praktis diolah serta mudah dipadukan dengan berbagai menu.
Sayuran hijau lainnya maupun sayur buah seperti labu siam juga dinilai baik untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Ia mengingatkan agar konsumsi buah dan sayur dibagi antara waktu sahur dan berbuka.
Cara ini membantu kebutuhan serat harian tetap terpenuhi meski pola makan berubah selama Ramadhan 2026.
Menurut Rita, keseimbangan gizi tetap menjadi kunci. Perpaduan buah, sayur, serta sumber protein hewani dan nabati akan membantu sistem pencernaan bekerja optimal sepanjang bulan puasa.(np)
Editor : Nur Pramudito