Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tips Diet Sehat agar Berat Badan Tetap Ideal saat Ramadhan: Jangan Lewatkan Sahur

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 20 Februari 2026 | 12:44 WIB
Ilustrasi menimbang badan.
Ilustrasi menimbang badan.

RADARSOLO.COM- Ramadhan sering dianggap momen yang “rawan gagal diet”.

Pola makan berubah, jam tidur bergeser, dan menu berbuka yang menggoda membuat banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan.

Padahal, jika dijalani dengan tepat, puasa Ramadhan justru bisa menjadi waktu terbaik untuk menerapkan pola diet sehat dan seimbang.

Berikut beberapa tips diet saat Ramadhan yang bisa kamu terapkan agar tetap sehat tanpa menyiksa diri.

Jangan Lewatkan Sahur

Sahur adalah kunci utama diet sehat saat puasa.

Melewatkan sahur justru membuat tubuh lebih mudah lemas dan lapar berlebihan saat berbuka.

Kondisi ini sering berujung pada makan berlebihan (overeating).

Pilih menu sahur yang mengandung karbohidrat kompleks. Seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar energi bertahan lebih lama.

Tambahkan protein dan serat supaya kenyang lebih stabil.

Pilih Menu Berbuka Secara Bertahap

Saat berbuka, hindari langsung makan berat dalam porsi besar. Mulailah dengan air putih, kurma, atau buah secukupnya.

Baca Juga: Spesial! Tradisi Bubur Samin Masjid Darussalam Solo Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Tiap Hadir Dibagikan 1.500 Porsi Gratis

Cara ini membantu tubuh beradaptasi setelah berjam-jam berpuasa.

Setelah itu, beri jeda sebelum makan besar agar sistem pencernaan tidak “kaget”.

Pola makan bertahap juga membantu mengontrol kalori masuk.

Batasi Gorengan dan Makanan Manis

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Solo Raya dan Sekitarnya Kamis 19 Februari 2026: Cek Waktu Adzan Maghrib di Sukoharjo, Karanganyar hingga Klaten

Gorengan dan takjil manis memang menggoda, tetapi konsumsi berlebihan bisa membuat berat badan naik dan tubuh mudah lelah.

Makanan tinggi gula juga memicu lonjakan gula darah yang cepat turun.

Sebagai alternatif, pilih makanan yang diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang.

Ganti minuman manis dengan infused water atau jus buah tanpa gula tambahan.

Perhatikan Porsi Makan

Diet saat Ramadhan bukan berarti tidak boleh makan enak.

Tetapi mengatur porsi adalah kuncinya. Gunakan piring kecil agar porsi terlihat cukup dan hindari mengambil makanan berulang kali.

Fokus pada rasa kenyang, bukan rasa “ingin”. Makan perlahan juga membantu otak mengenali sinyal kenyang lebih cepat.

Cukupi Kebutuhan Cairan

Baca Juga: Kisah Abdul Rohim, Mahasiswa UMS asal Thailand Jalani Puasa di Indonesia, Kaget Tradisi Bangunkan Sahur

Kurang minum sering menjadi penyebab tubuh terasa lemas dan berat badan sulit turun. Terapkan pola 2-4-2, yaitu:

• 2 gelas saat berbuka

• 4 gelas di malam hari

• 2 gelas saat sahur

Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat memicu dehidrasi.

Tetap Aktif Bergerak

Meskipun sedang puasa, aktivitas fisik ringan tetap penting. Kamu bisa melakukan jalan santai, stretching, atau olahraga ringan menjelang berbuka atau setelah tarawih.

Aktivitas ini membantu menjaga metabolisme tubuh tetap aktif tanpa membuat tubuh kelelahan.

Jaga Pola Tidur

Kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori.

Usahakan tidur cukup dengan mengatur waktu istirahat malam dan tidur siang singkat jika diperlukan.

Pola tidur yang baik membantu hormon tubuh bekerja lebih seimbang selama diet Ramadan.

Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Diet saat Ramadan seharusnya bersifat realistis dan berkelanjutan. Tidak masalah jika sesekali menikmati makanan favorit, selama tetap dalam batas wajar.

Fokus utama Ramadan bukan hanya menurunkan berat badan, tetapi menjaga kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh. (agna)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#puasa #sahur #diet saat ramadhan #berat badan ideal #diet saat bulan puasa #ramadhan #diet sehat