Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Asupan Wajib untuk Penderita Anemia Saat Puasa Ramadhan agar Imun Tubuh Tetap Stabil

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 20 Februari 2026 | 13:04 WIB

Ilustrasi penderita anemia.
Ilustrasi penderita anemia.


RADARSOLO.COM- Puasa Ramadhan dapat menjadi tantangan tersendiri bagi penderita anemia.

Kurangnya sel darah merah atau hemoglobin membuat penderita anemia lebih rentan mengalami lemas, pusing, mudah lelah, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Jika tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang tepat, puasa justru dapat memperburuk kondisi tubuh dan menurunkan imunitas.

Namun, penderita anemia tetap bisa menjalankan puasa dengan aman dan nyaman selama kebutuhan gizinya terpenuhi.

Kuncinya adalah memilih asupan yang tepat saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap bertenaga dan sistem imun tetap stabil.

Mengapa Penderita Anemia Rentan Imunitas Menurun Saat Puasa?

Sel darah merah berperan penting dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Pada penderita anemia, kemampuan ini menurun sehingga tubuh lebih cepat lelah dan daya tahan tubuh ikut melemah.

Saat puasa, jeda makan yang panjang berisiko membuat tubuh kekurangan zat penting jika pola makan tidak diatur dengan baik.

Oleh karena itu, pemenuhan asupan nutrisi tertentu menjadi sangat penting bagi penderita anemia selama bulan Ramadhan.

Asupan Penting yang Harus Dipenuhi Penderita Anemia Saat Puasa

Berikut beberapa asupan wajib yang perlu diperhatikan agar imun tubuh penderita anemia tetap stabil selama puasa Ramadhan:

1. Zat Besi

Baca Juga: Anti Ribet saat Sahur! 10 Lauk Tahan Lama yang Bisa Disiapkan dari Jauh Hari

Zat besi adalah nutrisi utama yang dibutuhkan penderita anemia karena berperan dalam pembentukan hemoglobin.

Kekurangan zat besi akan memperparah anemia dan membuat tubuh semakin lemas.

Sumber zat besi yang baik antara lain:

a) Daging merah tanpa lemak

b) Hati ayam atau sapi (dikonsumsi secukupnya)

c) Bayam, kangkung, dan daun katuk

d) Kacang-kacangan dan biji-bijian

Konsumsi makanan kaya zat besi sebaiknya dilakukan saat sahur atau berbuka agar tubuh memiliki waktu optimal untuk menyerap nutrisi.

2. Vitamin C

Vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi, terutama dari sumber nabati.

Tanpa vitamin C, zat besi tidak akan diserap secara maksimal oleh tubuh.

Sumber vitamin C yang mudah dikonsumsi saat puasa antara lain:

• Jeruk
• Jambu biji
• Pepaya
• Stroberi
• Tomat

Kombinasikan makanan tinggi zat besi dengan buah kaya vitamin C saat berbuka atau sahur.

3. Protein

Protein berperan dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga sistem imun tetap kuat.

Kekurangan protein dapat memperlambat proses pemulihan tubuh pada penderita anemia.
Sumber protein sehat yang dianjurkan:

• Telur
• Ikan
• Ayam tanpa kulit
• Tahu dan tempe
• Kacang-kacangan

Pastikan protein selalu ada dalam menu sahur agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

Baca Juga: Kisah Abdul Rohim, Mahasiswa UMS asal Thailand Jalani Puasa di Indonesia, Kaget Tradisi Bangunkan Sahur

4. Asam Folat (Vitamin B9)

Asam folat membantu produksi sel darah merah dan mencegah anemia semakin parah. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan tubuh mudah lelah dan daya tahan menurun.
Sumber asam folat alami meliputi:

• Sayuran hijau tua
• Alpukat
• Brokoli
• Kacang merah dan lentil

5. Vitamin B12

Vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf. Kekurangan vitamin ini dapat memperburuk anemia dan menurunkan imunitas.

Sumber vitamin B12 yang baik:

• Daging
• Ikan
• Telur
• Susu dan produk olahannya

6. Air Putih

Dehidrasi dapat memperparah gejala anemia seperti pusing dan lemas.

Penderita anemia wajib mencukupi kebutuhan cairan tubuh selama puasa dengan minum air putih yang cukup saat berbuka hingga sahur.

Terapkan pola minum 2–4–2 agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Tips Tambahan agar Puasa Tetap Aman bagi Penderita Anemia

• Jangan melewatkan sahur
• Hindari minum teh dan kopi saat makan karena menghambat penyerapan zat besi
• Istirahat cukup dan hindari aktivitas fisik berlebihan
• Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika sering merasa sangat lemas. (agna)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#imun tubuh #penderita anemia berpuasa #tips penderita anemia tetap puasa