RADARSOLO.COM - Keutamaan Shalat Tarawih menjadi salah satu pembahasan yang selalu menarik perhatian umat Islam setiap memasuki bulan Ramadhan
Ibadah sunnah ini dilaksanakan setelah shalat Isya dan termasuk dalam rangkaian qiyamul lail yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Secara etimologis, kata tarawih berasal dari “tarwīh” yang berarti beristirahat.
Sebagian ulama juga mengaitkannya dengan kata “murāwahah” yang bermakna mengulang-ulang.
Penamaan ini merujuk pada pelaksanaannya yang diselingi jeda istirahat di antara beberapa rakaat.
Baca Juga: Ramadan 2026, Masjid Agung Surakarta Rangkul Perbedaan dan Siapkan Layanan Maksimal
Shalat tarawih mulai dikerjakan pada malam pertama Ramadhan setelah penetapan hilal.
Sejak saat itu hingga akhir bulan suci, Keutamaan Shalat Tarawih menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam praktiknya, Rasulullah SAW bersama para sahabat melaksanakan delapan rakaat tarawih yang kemudian ditutup dengan tiga rakaat witir, sehingga totalnya sebelas rakaat.
Namun, sebagian ulama membolehkan pelaksanaan hingga 20 rakaat ditambah witir menjadi 23 rakaat.
Perbedaan ini menunjukkan adanya kelonggaran dalam syariat, sehingga umat Islam dapat menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing selama Ramadhan.
Salah satu Keutamaan Shalat Tarawih yang sering disebutkan adalah pahala yang besar bagi mereka yang melaksanakannya secara berjamaah.
Disebutkan bahwa orang yang mengikuti tarawih bersama imam hingga selesai, akan mendapatkan pahala seperti menghidupkan malam penuh dengan ibadah.
Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan tentang fadhilah shalat tarawih dari malam pertama hingga malam terakhir Ramadhan, di antaranya:
-
Malam pertama: Dosa orang mukmin yang melaksanakan tarawih diampuni seperti bayi yang baru dilahirkan.
-
Malam kedua: Diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.
-
Malam ketiga: Malaikat di bawah Arasy menyeru agar ia memperbanyak amal karena dosa-dosanya telah diampuni.
-
Malam keempat: Mendapat pahala seperti membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an.
-
Malam kelima: Mendapat pahala seperti shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.
-
Malam keenam: Memperoleh pahala seperti malaikat yang bertawaf di Baitul Makmur.
-
Malam ketujuh: Seakan hidup di zaman Nabi Musa AS dan menolong beliau dari Fir’aun.
-
Malam kedelapan: Diberi anugerah seperti yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
-
Malam kesembilan: Ibadahnya menyerupai ibadah para nabi.
-
Malam kesepuluh: Mendapat kebaikan dunia dan akhirat.
-
Malam kesebelas: Wafat kelak dalam keadaan bersih dari dosa.
-
Malam kedua belas: Wajahnya bersinar saat hari kiamat.
-
Malam ketiga belas: Selamat dari berbagai keburukan pada hari kiamat.
-
Malam keempat belas: Tidak dihisab pada hari kiamat.
-
Malam kelima belas: Para malaikat memohonkan ampun untuknya.
-
Malam keenam belas: Dicatat sebagai orang yang selamat dari neraka dan berhak masuk surga.
-
Malam ketujuh belas: Mendapat pahala seperti para nabi.
-
Malam kedelapan belas: Allah meridhai dirinya dan kedua orang tuanya.
-
Malam kesembilan belas: Derajatnya diangkat di surga.
-
Malam kedua puluh: Mendapat pahala seperti orang syahid dan orang saleh.
-
Malam kedua puluh dua: Selamat dari kesusahan di hari kiamat.
-
Malam kedua puluh tiga: Dibangunkan kota di surga untuknya.
-
Malam kedua puluh empat: Mendapat 24 doa yang dikabulkan.
-
Malam kedua puluh lima: Terhindar dari siksa kubur.
-
Malam kedua puluh enam: Pahalanya dilipatgandakan selama 40 tahun.
-
Malam kedua puluh tujuh: Melewati shirath seperti kilat.
-
Malam kedua puluh delapan: Diangkat seribu derajat di surga.
-
Malam kedua puluh sembilan: Mendapat pahala seribu haji yang diterima.
-
Malam ketiga puluh: Allah mempersilakan menikmati kenikmatan surga, air salsabil, dan telaga kautsar.
Meski penjelasan dalam kitab tersebut tidak seluruhnya bersumber dari hadis sahih, para ulama memandangnya sebagai bentuk motivasi untuk meningkatkan amal ibadah selama Ramadhan.
Oleh sebab itu, Keutamaan Shalat Tarawih hendaknya dipahami sebagai dorongan untuk memperbanyak kebaikan dan memperkuat keimanan.
Dengan memahami Keutamaan Shalat Tarawih di bulan Ramadhan, umat Islam diharapkan semakin semangat menghidupkan malam-malam suci, memperbanyak doa, serta meraih ampunan dan keberkahan hingga akhir bulan yang penuh rahmat ini.(np)
Editor : Nur Pramudito