RADARSOLO.COM - Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang diwajibkan bagi setiap Muslim.
Perintah tersebut telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Baqarah ayat 183, serta diperkuat oleh berbagai hadis Rasulullah SAW.
Memasuki Ramadhan 2026, penting bagi umat Islam memahami kembali Rukun Puasa dan Syarat Wajib agar ibadah yang dijalankan sah serta bernilai pahala di sisi Allah SWT.
Memahami Rukun Puasa tidak hanya sebatas teori, tetapi juga menjadi pedoman teknis dalam pelaksanaan ibadah.
Baca Juga: Umat Islam Wajib Paham! 10 Hal yang Membatalkan Puasa di Bulan Ramadhan 2026
Tanpa memenuhi rukun, puasa seseorang tidak dianggap sah.
Selain itu, mengetahui Syarat Wajib juga penting agar seseorang memahami apakah dirinya sudah terkena kewajiban berpuasa atau belum.
Rukun Puasa Ramadhan
Dalam ajaran Islam, Rukun Puasa terdiri dari dua hal utama yang tidak boleh ditinggalkan, yakni niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.
1. Niat
Niat merupakan fondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa Ramadhan. Niat puasa dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin an adā’i fardhi syahri ramadhāna hadzihis sanati lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Tanpa niat, ibadah puasa tidak sah. Oleh karena itu, Rukun Puasa yang pertama ini wajib dipenuhi setiap Muslim yang hendak berpuasa di Ramadhan 2026.
2. Menahan diri dari hal yang membatalkan
Rukun Puasa berikutnya adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Hal ini mencakup menahan makan, minum, serta perbuatan lain yang dapat membatalkan puasa sesuai ketentuan syariat.
Syarat Wajib Puasa
Selain Rukun Puasa, ada pula Syarat Wajib yang menentukan apakah seseorang sudah berkewajiban menjalankan puasa Ramadhan.
Berdasarkan penjelasan para ulama, terdapat tujuh Syarat Wajib puasa:
1. Beragama Islam
Puasa Ramadhan diwajibkan bagi orang yang beriman.
Seruan dalam Al-Qur’an ditujukan kepada kaum Muslim, sehingga non-Muslim tidak dibebani kewajiban ini.
2. Baligh
Anak yang belum mencapai usia baligh belum diwajibkan berpuasa.
Namun, mereka tetap dianjurkan belajar berpuasa sebagai bentuk latihan.
3. Berakal sehat
Orang yang tidak berakal, seperti mengalami gangguan jiwa permanen, tidak dikenai kewajiban puasa. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama.
4. Sehat secara fisik
Seseorang yang sakit dan jika berpuasa dikhawatirkan memperparah kondisi atau memperlambat kesembuhan, diperbolehkan tidak berpuasa.
Namun, ia wajib menggantinya di hari lain setelah sembuh.
5. Mampu menjalankan puasa
Kemampuan fisik menjadi bagian dari Syarat Wajib. Lansia yang sudah lemah dan tidak sanggup berpuasa diperbolehkan tidak menjalankannya, dengan kewajiban membayar fidyah sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.
6. Tidak sedang dalam perjalanan jauh (musafir)
Musafir mendapat keringanan untuk tidak berpuasa. Namun, jumlah hari yang ditinggalkan tetap wajib diganti setelah Ramadhan.
7. Suci dari haid dan nifas
Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diperkenankan berpuasa. Mereka wajib mengganti puasa di hari lain setelah suci.
Memahami Rukun Puasa dan Syarat Wajib menjadi langkah penting dalam menyambut Ramadhan 2026.
Dengan mengetahui ketentuan ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah secara benar, sah, dan sesuai tuntunan syariat.
Editor : Nur Pramudito