Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Harga Cabai Selangit saat Puasa Ramadhan, Cek Tips Menyimpan si Pedas agar Awet dan Hemat

Tri wahyu Cahyono • Senin, 23 Februari 2026 | 12:01 WIB

 

Harga cabai kerap mengalami fluktuasi. Terutama saat Ramadhan, Lebaran, dan hari besar lainnya.
Harga cabai kerap mengalami fluktuasi. Terutama saat Ramadhan, Lebaran, dan hari besar lainnya.

RADARSOLO.COM - Harga cabai sering kali menjadi “drama tahunan” menjelang dan selama puasa Ramadhan.

Pada Senin lalu, harga cabai mencapai Rp90.000 per kilogram di Pasar Legi.

Menurut Jumiyati, salah satu pedagang di Pasar Legi, harga cabai akan terus naik turun selama bulan Ramadhan.

Lonjakan harga ini tentu berdampak pada pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan makan sahur dan berbuka puasa.

Tapi tenang dulu. Ini ada tips cara menyimpan cabai agar tahan lama sehingga bisa membeli saat harga stabil dan menggunakannya sepanjang Ramadhan.

Lima Cara Efektif Simpan Cabai agar Tidak Cepat Busuk

1. Simpan Cabai Segar di Kulkas dengan Cara yang Tepat

Jika kamu membeli cabai dalam kondisi segar, jangan langsung mencucinya.

Air yang menempel justru mempercepat pembusukan.

Langkah yang benar:

• Pilih cabai yang masih keras dan tidak lembek.

Baca Juga: Umat Islam Wajib Paham! 10 Hal yang Membatalkan Puasa di Bulan Ramadhan 2026

• Lap jika ada kotoran, tanpa mencucinya.

• Masukkan ke dalam wadah tertutup atau kantong berlubang.

• Tambahkan tisu dapur untuk menyerap kelembapan.

• Simpan di laci sayur kulkas.

Dengan cara ini, cabai bisa bertahan hingga 1–2 minggu.

2. Bekukan Cabai untuk Stok Jangka Panjang

Membekukan cabai adalah solusi praktis saat harga sedang murah.

Cara ini cocok untuk kamu yang ingin stok selama satu bulan penuh.

Caranya:

• Cuci dan keringkan cabai hingga benar-benar tidak ada air.

• Potong sesuai kebutuhan (iris atau cincang).

• Simpan dalam wadah kedap udara atau plastik zip.

• Bisa juga dibagi dalam cetakan es agar praktis per porsi.

Baca Juga: Ngabuburit di Kota Solo Terasa Nuansa Imlek, Lokasi Ini Paling Diburu Warga Solo Raya untuk Foto-Foto

Cabai beku bisa bertahan hingga 2–3 bulan. Teksturnya memang sedikit berubah, tetapi rasa pedasnya tetap terjaga.

3. Olah Menjadi Chili Oil (Minyak Cabai)

Salah satu cara populer menyimpan cabai adalah dengan membuat chili oil.

Selain tahan lama, rasanya juga lebih kaya dan bisa digunakan untuk berbagai menu seperti mi, nasi goreng, atau tumisan.

Bahan dasar:

• Cabai kering atau cabai segar yang dihaluskan

• Bawang putih

• Minyak panas

• Garam secukupnya

Panaskan minyak hingga benar-benar panas, lalu siram ke campuran cabai dan bawang putih.

Simpan dalam botol kaca bersih dan kering. Jika disimpan di kulkas, chili oil bisa bertahan 1–2 bulan.

Selain menghemat pengeluaran saat harga cabai naik, kamu juga punya stok sambal instan yang praktis untuk sahur cepat.

4. Keringkan Cabai untuk Daya Tahan Lebih Lama

Mengeringkan cabai adalah metode tradisional yang efektif.

Kamu bisa menjemurnya di bawah sinar matahari selama beberapa hari hingga benar-benar kering.

Alternatifnya, gunakan oven dengan suhu rendah. Setelah kering, simpan dalam wadah tertutup rapat.

Cabai kering bisa bertahan berbulan-bulan dan dapat dihaluskan kapan saja sesuai kebutuhan.

Cara ini cocok untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai selama Ramadan dan bahkan setelahnya.

5. Buat Sambal Siap Simpan

Kamu juga bisa mengolah cabai menjadi sambal matang. Tumis sambal hingga benar-benar matang dan minyaknya keluar.

Setelah dingin, simpan dalam wadah kaca tertutup dan letakkan di kulkas.

Sambal matang bisa bertahan hingga 2–3 minggu. Praktis untuk sahur atau berbuka tanpa harus mengulek ulang setiap hari. (agna)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#harga cabai #puasa ramadhan #cabai mahal #cara simpan cabai agar awet #tips menyimpan cabai