Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mariam Elbanna, Mahasiswa UMS Berbagi Kisah Ramadan di Kampung Halaman di Mesir, Hari Pertama Wajib Berbuka Puasa di Rumah

Alfida Nurcholisah • Selasa, 24 Februari 2026 | 17:55 WIB

 

Mariam Elbanna, mahasiwa UMS asal Mesir yang sudah tiga tahun kuliah di Indonesia.
Mariam Elbanna, mahasiwa UMS asal Mesir yang sudah tiga tahun kuliah di Indonesia.

RADARSOLO.COM - Sudah tiga tahun Mariam Elbanna mengenyam bangku kuliah di Program Studi (Prodi) Magister Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Kali ini bukan soal pengalaman puasa di Indonesia. Mariam justru mengenang suasana puasa Ramadan di Mesir.

Pengalaman menjalankan ibadah puasa Ramadan di dua negara, menghadirkan kesan mendalam bagi Mariam Elbanna.

Sama-sama dibalut kehangatan. Di Mesir, Mariam disambut kehangatan keluarga besar.

“Ada tradisi hari pertama Ramadan, siapa pun yang sedang kuliah atau kerja di luar kota, harus pulang ke rumah. Tidak ada orang kerja atau kuliah. Semua kumpul di rumah untuk buka puasa bersama,” kenang Mariam, Selasa (24/2).

Di Indonesia, ia merasakan kehangatan dalam bentuk berbeda.

Kebersamaan sesama mahasiswa asing di dalam asrama, menjadi penguat selama menjalani ibadah puasa jauh dari kampung halaman. Mereka sering memasak bersama dan buka bersama (bukber).

“Tarawihnya juga beda. Di Mesir, salat Tarawih bisa berjam-jam. Setiap dua rakaat diakhiri salam dan ada jeda sebelum melanjutkan rakaat berikutnya. Kalau di Indonesia, tarawih sangat cepat. Kadang 30 menit selesai dan terkesan buru-buru,” ujarnya.

Mariam juga merindukan suasana khas Ramadan di Mesir. Terutama dekorasi lampu-lampu yang menghiasi toko-toko kecil dan jalanan.

“Di Indonesia dan Mesir tradisi bangunkan sahur sama. Tapi di Mesir namanya musaharati. Orang berjalan di jalanan sambil menabuh drum, lalu memanggil nama-nama warga untuk bangun sahur,” bebernya.

Beralih ke menu sahur, di Mesir hanya makan roti, keju, selai kacang, dan mentimun.

Ia juga merindukan makanan khas Ramadan di Mesir seperti kunafa (semacam cheese cake) dan umm ali (bread pudding).

“Kalau di Mesir, warung dan tempat makan buka sampai sahur. Setelah itu tutup semua. Bahkan orang nonmuslim harus rela beli makan saat subuh selama Ramadan,” jelasnya.

Di sisi lain, Mariam kesengsem dengan fashion mukena ala Indonesia. Sebab warnanya beragam dan cerah.

“Di Mesir tidak ada mukena seperti di Indonesia. Adanya isdal untuk ibadah salat. Modelnya terusan panjang dan lebih simpel,” bebernya.

Meski rindu kampung halaman, Mariam bahagia menjalani Ramadan di Indonesia.

“Saya suka Indonesia. Doaku untuk Indonesia, semoga selalu baik. Saya harap setelah lulus nanti, bisa kembali ke Indonesia,” ujarnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#tradisi ramadan di mesir #Ramadan 1447 H #Ramadhan 1447 H #mahasiswa ums #Ramadhan 1447 Hijriah #tradisi ramadhan di mesir #mahasiswa ums asal mesir #Ramadan 1447 Hijriah #mahasiswa asing ums