Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rampung Garap Batik Alquran 30 Juz, Pengusaha Batik Di Laweyan Solo Bidik Buku Alquran Dengan Kain

Alfida Nurcholisah • Kamis, 26 Februari 2026 | 17:52 WIB

 

Lembaran Batik Alquran di Kampung Batik Laweyan Solo, Kamis (26/2).
Lembaran Batik Alquran di Kampung Batik Laweyan Solo, Kamis (26/2).

RADARSOLO.COM - Batik lebih sering dipakai untuk produk-produk fashion seperti pakaian, tas, hingga aksesoris lainnya.

Namun di tangan owner Mahkota Batik Laweyan Alpha Febela Priyatmono, batik disulap jadi sarana berdakwah dan media pembelajaran.

Alpha menjelaskan, Batik Alquran merupakan sarana untuk belajar membaca dan menulis. Termasuk memahami makna yang terkandung di dalam Alquran.

“Batik Quran ini kami fungsikan sebagai sarana belajar membaca dan menulis. Jadi, proses membatiknya juga sekaligus menjadi proses belajar,” jelas Alpha, Kamis (26/2).

Bagi Alpha, batik Alquran melatih karakter kesabaran, ketekunan, dan fokus. Terlebih proses membatik ayat-ayat Alquran tersebut membutuhkan tingkat ketelitian tinggi dan detail.

“Proses pembuatan diawali dengan mengkopi Alquran yang sudah terstandar dan diperbesar. Kemudian cetakannya digunakan untuk membuat pola di kain pakai pensil. Setelah itu, dicanting hingga tahap pewarnaan seperti proses membatik pada umumnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Alpha telah menyelesaikan karya Batik Alquran 30 juz dengan gaya khas mushaf Indonesia. Saat ini, ia dan tim tengah mengembangkan gaya Alquran Usmani, agar dapat diterima di panggung internasional.

“Hurufnya memiliki lekukan berbeda dari Alquran di Indonesia. Namun tingkat kesulitannya hampir sama,” bebernya.

Uniknya, karya tersebut tidak untuk diperjualbelikan. Melainkan menjadi koleksi pribadi bagi Alpha. “Nanti akan kami bukukan, tapi menggunakan kain,” hematnya.

Ke depan, lembaran kain batik bertuliskan ayat suci Alquran ini akan disusun dalam bentuk buku berbahan kain. Proses pengerjaannya memakan waktu panjang, yakni sekira 4-5 tahun dengan pembagian tugas khusus.

Karya tersebut digarapnya bersama lima perajin lainnya. Seorang perajin mencanting huruf, dua orang bagian pewarna, serta dua orang lainnya tahap penyalinan pola.

Melalui karya ini, Alpha ingin menunjukkan bahwa batik memiliki nilai luhur yang tidak hanya terlihat dari motif visual, tetapi juga nilai spiritual di dalamnya. Terlebih batik telah diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda.

“Kami ingin menunjukkan, bahwa nilai luhur batik bisa hadir melalui motif maupun pesan spiritualnya. Sehingga harapannya bisa menjadi sarana berdakwah,” ujarnya.

Ke depan, ia juga berupaya melestarikan budaya Jawa dengan membuat buku beraksara Jawa melalui teknik membatik. Ini bentuk penguatan identitas budaya lokal. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Ramadan 1447 H #batik quran #Ramadhan 1447 H #Ramadhan 1447 Hijriah #batik alquran #kampung batik laweyan #Ramadan 1447 Hijriah #alpha fabela priyatmono #alquran batik #bukukan batik alquran dengan kain