RADARSOLO.COM-Tradisi buka puasa bersama yang biasanya diisi dengan pengajian konvensional, kini dihadirkan dengan sentuhan inovasi budaya di Kabupaten Boyolali.
Pengurus Masjid At-Taqwa Perumahan Bhayangkara, Kelurahan Siswodipuran, menggelar kegiatan takjilan sembari menampilkan pentas seni wayang golek, Minggu (1/3/2026) sore.
Dakwah Melalui Pendekatan Seni
Dalam acara bertajuk Semarak Ramadhan tersebut, jemaah disuguhi pertunjukan wayang golek pitutur yang didalangi langsung oleh Ustadz Ki Pujiono.
Pementasan kali ini mengangkat lakon sejarah perjuangan Sultan Trenggana dari Kesultanan Demak.
Ki Pujiono menjelaskan bahwa wayang golek sengaja dipilih sebagai media dakwah agar penyampaian nilai-nilai ajaran Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.
Ia mengadaptasi pendekatan kultural yang dahulu sukses digunakan oleh Sunan Kalijaga di era Walisongo.
Menurutnya, pesan-pesan moral keagamaan yang dikemas dengan santai dan segar melalui seni akan membuat pendengar lebih rileks sehingga substansi dakwah mudah dicerna.
Antusiasme Jemaah dan Dukungan Pengurus
Pementasan sarat makna tersebut mendapat sambutan antusias dari para jemaah dan sukses menjadi sarana edukasi sejarah Islam yang kreatif.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh tokoh masyarakat, sesepuh kampung, serta warga Perumahan Bhayangkara secara umum.
Pengurus Masjid At-Taqwa Agus Prawoto mengungkapkan, Semarak Ramadhan merupakan agenda rutin yang diselenggarakan selama bulan suci.
Baca Juga: Lebaran Tanggal Berapa Jatuhnya? Cek Jadwal Idul Fitri 2026 versi Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU
Pihaknya menyatakan sangat mendukung pelaksanaan syiar agama melalui pendekatan budaya seperti ini.
Agus menilai, seni pewayangan pada dasarnya merupakan instrumen yang sangat efektif untuk menanamkan informasi sejarah sekaligus nilai-nilai adiluhung tentang kepribadian yang baik kepada umat. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono