RADARSOLO.COM – Suasana Ramadan di kompleks Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, tiap sore kian berwarna. Dihiasi beragam pertunjukan seni dan budaya, untuk mengisi waktu jelang berbuka puasa alias ngabuburit.
Salah satunya atraksi barongsai dan liong, Minggu sore (1/3).
Biasanya, barongsai dan liong identik dengan perayaan tahun baru Imlek. Namun, coba dihadirkan untuk mengisi Ramadan 1447 Hijriah.
Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Munajat menjelaskan, pertunjukan ini bagian dari rangkaian kegiatan seni dan budaya Ramadan. Sengaja dirancang untuk merangkul keberagaman masyarakat lewat akulturasi budaya.
“Sebenarnya, kegiatan di sini banyak sekali. Setiap sore ada pertunjukan budaya seperti hadrah, laras madya, tembang macapat, reog, termasuk barongsai,” jelas Munajat, Senin (2/3).
Munajat menambahkan, kehadiran berbagai kesenian ini hasil diskusi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Solo. Diputuskan barongsai masuk agenda Ramadan tahun ini.
“Kegiatan ini hasil diskusi kami dengan beragam pelaku budaya. Tahun ini kami patenkan menjadi salah satu pengisi hiburan saat momentum Ramadan. Namun, setiap harinya pertunjukan berganti,” imbuhnya.
Munajat menegaskan, pertunjukan barongsai bukan sekadar hiburan. Di balik itu, tersirat pesan bahwa Islam bisa berjalan selaras dengan budaya nonmuslim.
“Lintas budaya ini penting. Banyak juga pemain barongsai yang muslim. Kami ingin menunjukkan, bahwa Islam bisa menyatu dengan berbagai ragam budaya,” bebernya.
Tak hanya itu, kegiatan buka puasa bersama di Masjid Zayed juga terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang keyakinan.
“Undangan buka puasa di sini bukan hanya untuk orang yang berpuasa. Nonmuslim boleh hadir. Perbedaan tetap dirayakan bersama di bulan suci Ramadan,” jelasnya.
Ini bukti Masjid Zayed tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang berkumpulnya keragaman budaya. Sekaligus memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Sementara itu, Nur Rahma, pengunjung asal Solo mengaku terhibur dengan aksi barongsai di Masjid Zayed.
“Menurut saya ini bagus sekali. Bisa mengenal berbagai budaya sambil menunggu waktu berbuka. Suasananya ramai tapi tetap kondusif,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto