RADARSOLO.COM - Aroma harum mentega dan kue panggang menyerbak di lingkungan salah satu SMK di Solo.
Menjelang Lebaran, para siswa kelas XI tidak hanya berkutat dengan buku pelajaran, tetapi juga terjun langsung ke dapur produksi dalam tradisi tahunan pembuatan kue kering.
Proyek ini menjadi ajang nyata bagi siswa untuk mengasah keterampilan kuliner sekaligus mental kewirausahaan.
Kepala SMK Veronika Etik Kristianti menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar dua kali setahun, yakni menjelang Idul Fitri dan Natal.
"Ini adalah proyek kelas XI untuk mengembangkan kompetensi mereka. Kami memproduksi kue kering berdasarkan pesanan masuk dan juga untuk stok sekolah," ujar Veronika, Selasa (2/3).
Dalam proyek ini, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Mereka bertanggung jawab memproduksi varian kue klasik Lebaran seperti nastar, kastengel, putri salju, hingga kue kacang.
Salah satu produk yang menjadi primadona tahun ini adalah sus kering yang sangat diminati masyarakat.
Hingga awal Maret ini, para siswa telah berhasil memproduksi sekitar 500 kaleng kue kering dengan berat kemasan berkisar 400-600 gram.
Kualitas produk siswa ini terbukti mampu bersaing, terbukti dengan masuknya pesanan dari berbagai daerah.
"Tahun ini pesanan cukup luar biasa, bahkan kami sudah menerima pesanan dari luar kota, salah satunya dari Surabaya," tambah Veronika.
Harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif, mulai dari Rp 33 ribu hingga Rp 60 ribu per kaleng, tergantung jenis kuenya.
Bagi para siswa, dapur produksi ini adalah laboratorium bisnis yang menyenangkan.
Gabriela Rahel Anelka, siswa kelas XI mengaku mendapatkan wawasan menyeluruh tentang rantai industri makanan. Mulai dari pengolahan adonan, teknik mencetak, pengemasan (packing), hingga strategi pemasaran.
"Pengalamannya sangat menyenangkan karena kami belajar banyak hal baru. Tidak ada tekanan, kami menjalaninya dengan santai dan enjoy bersama teman-teman," ungkap Gabriela.
Selain mengasah hard skill dalam membuat kue yang presisi, kegiatan ini juga dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kerja sama tim para siswa.
Dengan terjun langsung melayani pesanan pelanggan, siswa diharapkan memiliki bekal yang kuat untuk menjadi wirausahawan muda setelah lulus nanti. (alf/bun)
Editor : fery ardi susanto