Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Konsep Dasar Pendidikan Islam Dalam Perspektif Alquran, Harus Rasional dan Penuh Kelembutan

Alfida Nurcholisah • Rabu, 4 Maret 2026 | 16:29 WIB

 

Pengunjung mengamati manuskrip Alquran kuno koleksi Perpustakaan Masjid Agung Surakarta. Pendidikan Islam dalam perspektif Alquran ajarkan kelembutan.
Pengunjung mengamati manuskrip Alquran kuno koleksi Perpustakaan Masjid Agung Surakarta. Pendidikan Islam dalam perspektif Alquran ajarkan kelembutan.

RADARSOLO.COM - Pendidikan dalam Islam bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan penanaman pemahaman yang utuh dan membumi.

Harus diajarkan secara rasional dan memberikan keteladanan akan kelembutan dalam mendidik.

Menurut Dosen Ilmu Quran dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Hakimuddin, pendidikan Islam menurut perspektif Alquran telah dijelaskan dalam QS Luqman ayat 13.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Ayat yang memuat nasihat Luqman al-Hakim kepada anaknya itu mengandung pesan pendidikan yang sangat mendasar.

Ketika Luqman mengingatkan agar tidak menyekutukan Allah SWT sebagai sebuah kezaliman yang paling besar, ini menunjukkan pentingnya menyampaikan ajaran dengan penjelasan yang gamblang dan rasional.

“Pemahaman merupakan poin fundamental dalam menjalankan suatu syariat,” jelas Hakimuddin.

Hakimuddin menambahkan, seorang guru dalam mendidik tidak cukup hanya menyampaikan perintah atau larangan. Tetapi juga harus menjelaskan alasan dan hikmah di baliknya.

Bahkan di era modern yang serba kritis seperti saat ini. Pendekatan rasional dinilai semakin relevan.

Banyak generasi muda yang mempertanyakan ajaran agama, karena dianggap sebagai dogma semata. Karena itu, rasionalisasi ilmu agama menjadi kebutuhan mendasar dalam dunia pendidikan Islam.

“Di era saat ini, rasionalisasi terhadap suatu ilmu sangat dibutuhkan. Banyak orang yang skeptis akan ilmu agama, yang dikatakan sebagai ilmu dogma semu. Maka dengan penjelasan yang rasional, akan lebih diterima peserta didik era sekarang,” imbuhnya.

Tak hanya menekankan aspek rasionalitas, Hakimuddin juga menyoroti sisi keteladanan dan kelembutan dalam mendidik.

Dalam salah satu riwayat disebutkan, bahwa keluarga Luqman berlatar belakang kafir. Namun dengan kesabaran, kebijaksanaan, dan kelemahlembutan, ia mampu membimbing keluarganya menuju jalan kebenaran.

“Ini menjadi cerminan pendidikan Islam yang tidak dibangun atas dasar paksaan, melainkan dialog, kasih sayang, dan keteladanan. Guru dan orang tua juga dituntut menjadi figur yang konsisten antara ucapan dan perbuatan,” jelasnya.

Selain itu, Hakimuddin mengutip tafsir dari Ibnu Katsir terkait ayat tersebut.

Ia menjelaskan, ketika Allah SWT menyebut nama Luqman dalam Alquran, itu bukan tanpa alasan. Sosoknya diabadikan sebagai teladan pendidikan lintas zaman.

“Allah SWT ketika menyebutkan nama Luqman, maka segala yang dilakukannya menjadi sebuah pedoman bagi kita semua dalam mendidik,” tuturnya.

Melalui kisah Luqman, pendidikan Islam ditegaskan sebagai proses membangun akal dan hati. Sekaligus menguatkan tauhid dengan argumentasi yang rasional, serta menanamkan nilai dengan kelembutan dan keteladanan. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#pendidikan menurut perspektif alquran #Ramadan 1447 H #Ramadhan 1447 Hijriah #pendidikan islam #Surat Al Lukman Menceritakan Tentang Apa #Pendidikan Islam Anak Usia Dini