Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hujan Tak Jadi Halangan, Tarawih Keliling di Masjid Gambuhan Rekatkan Kerukunan Warga Baluwarti

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 4 Maret 2026 | 17:07 WIB

Suasana di dalam Masjid Gambuhan yang berada di Kampung Gambuhan, Baluwarti.
Suasana di dalam Masjid Gambuhan yang berada di Kampung Gambuhan, Baluwarti.

RADARSOLO.COM - Guyuran hujan tak menyurutkan warga Baluwarti untuk melangkahkan kakinya menuju masjid dengan mengikuti kegiatan tarawih keliling (tarling). Kali ini kegiatan tarawih keliling dipusatkan di Masjid Gambuhan yang berada di Kampung Gambuhan, Baluwarti.

Masjid Gambuhan dikenal termasuk salah satu masjid tertua di lingkungan Baluwarti. Masjid ini secara tradisional disebut telah berdiri sejak tahun 1832, sesuai dengan apa yang tertera pada ornamen mihrab pada masjid.

Kendati berusia cukup tua, masjid Gambuhan sendiri sudah mengalami banyak renovasi dan kini sudah dimodernisasi dalam tampilannya tanpa mengubah bangunan utamanya karena sudah berstatus cagar budaya.

Selama bulan Ramadhan sendiri, masjid Gambuhan juga sering mengadakan kegiatan seperti tradisi padusan menyambut bulan Ramadhan dan buka bersama yang melibatkan seluruh warga sekampung.

Malam itu, Masjid Gambuhan mendapat giliran menjadi tuan rumah tarling warga Baluwarti. Jamaah dari berbagai sudut kampung datang, memenuhi saf demi saf. Hujan tak menyurutkan antusiasme, justru menambah suasana hangat kebersamaan.

Kegiatan tarawih keliling ini digagas oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) bersama unsur pemerintahan kelurahan dan kecamatan. Konsepnya sederhana dengan berkeliling dari satu masjid ke masjid lain, khusus di wilayah Baluwarti, secara bergiliran.

Perwakilan LPMK Baluwarti, Iwan, menyebut tarling bukan sekadar agenda ibadah rutin. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara warga dan pemerintah dalam suasana yang cair.

“Untuk acara tarling ini sendiri bertujuan saling mendekatkan antara jamaah dari masjid-masjid Baluwarti terhadap LPMK ataupun instansi kelurahan dan kecamatan. Sehingga tidak ada keterbatasan antara jamaah dan institusi pemerintahan,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, pola berkeliling membuat interaksi tidak terpusat di satu titik saja. Setiap kampung mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi tuan rumah, sekaligus berdialog langsung dengan perwakilan lembaga maupun aparatur wilayah.

Dari unsur pemerintahan, kegiatan tersebut dihadiri Camat Pasar Kliwon, Ari Wibowo. Dia mengaku baru pertama kali mengikuti tarawih keliling yang digelar di wilayahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi atas konsep kegiatan yang dinilai mampu mempererat persaudaraan di tengah ramainya perpecahan pada masyarakat.

“Pengalaman pribadi pertama mengikuti tarawih kelilingnya Kelurahan Pasar Kliwon yang diikuti LPMK dengan formatnya berkeliling masjid di wilayah Baluwarti," ucap Ari.

"Kegiatan ini saya apresiasi sekali karena kegiatan berjalan dengan pembiayaan mandiri dengan diupayakan sendiri dan berputar-putar untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan di antara umat muslim Baluwarti dan saya sangat apresiasi,” pungkasnya.

Bagi beliau, ketika warga rela patungan dan mengupayakan sendiri pembiayaan kegiatan, di situlah terlihat rasa memiliki yang sesungguhnya. Tarling bukan sekadar agenda seremonial, melainkan hasil gotong royong yang tumbuh dari kesadaran bersama.

Dari kebersamaan itulah, hubungan antara masyarakat dan pemerintah terasa lebih dekat, tidak berjarak, dan dibangun lewat pertemuan-pertemuan sederhana di dalam masjid.

Melalui tarawih keliling yang kini singgah di Masjid Gambuhan, warga Baluwarti tidak hanya menunaikan ibadah Ramadan, tetapi juga memperkuat jalinan sosial.

Sinergi antara jamaah, LPMK, serta unsur pemerintahan diharapkan terus terjaga sehingga kebersamaan di lingkungan Baluwarti semakin solid dari waktu ke waktu. (hj/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#masjid #tarling #tarawih keliling