Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tanda Tangani MoU Berdurasi Lima Tahun, ISI Solo dan Masjid Zayed Kolaborasi Kuatkan Moderasi Beragama Lewat Seni

Alfida Nurcholisah • Senin, 9 Maret 2026 | 16:44 WIB

 

Rektor ISI Solo Bondet Wrahatnala (kiri) bersama Munajat tanda tangani MoU, Minggu malam (8/3).
Rektor ISI Solo Bondet Wrahatnala (kiri) bersama Munajat tanda tangani MoU, Minggu malam (8/3).

RADARSOLO.COM - Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dan Badan Pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed Solo tanda tangani MoU, terkait pengembangan moderasi beragama dan diplomasi budaya, Minggu malam (8/3).

Sinergitas ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan program edukatif, kultural, dan sosial berbasis seni.

MoU ditandatangani Direktur Badan Pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Munajat, bersama Rektor ISI Solo Bondet Wrahatnala pada puncak peringatan Nuzulul Quran.

Menurut Bondet, kolaborasi ini diharapkan memperluas peran seni sebagai medium dialog sosial dan kultural di tengah masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, seni dapat menjadi jembatan yang menghubungkan nilai spiritual, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat secara harmonis," ujar Bondet.

"Ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi seni, dalam menghadirkan praktik akademik yang relevan dengan dinamika sosial,” ungkapnya.

Dalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat menyinergikan potensi dan sumber daya untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif berbasis seni.

Meliputi pemanfaatan kawasan masjid sebagai ruang edukasi publik dan ekspresi budaya, penyelenggaraan pameran dan pertunjukan seni, diskusi, hingga kurasi program budaya.

Selain itu, kerja sama juga mencakup penelitian, penciptaan karya, dokumentasi artistik, serta publikasi ilmiah dengan lingkungan masjid sebagai objek kajian.

MoU berlaku lima tahun, dan akan ditindaklanjuti dengan berbagai perjanjian kerja sama teknis.

“Program ini membuka peluang pembelajaran kontekstual, praktik akademik mahasiswa, hingga pengembangan program kreatif berbasis nilai keislaman. Terutama yang selaras dengan prinsip moderasi beragama,” ujar Bondet.

Sementara itu, Munajat menyebut kerja sama dengan ISI Solo merupakan bagian dari upaya menjadikan masjid sebagai ruang publik yang religius, inklusif, dan edukatif.

Sebab, selama ini Masjid Zayed tidak hanya berfungsi sebagai pusat peribadatan, tetapi juga ruang publik representatif yang terbuka bagi aktivitas edukatif, sosial, dan kultural masyarakat.

“Kami ingin masjid ini menjadi ruang perjumpaan budaya dan kreativitas untuk memperkuat moderasi beragama,” bebernya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#mou isi solo dan masjid zayed #Institut Seni Indonesia Surakarta #ISI Solo #isi surakarta #kerja sama isi solo dan masjid zayed #Masjid Zayed