RADARSOLO.COM - Umat muslim dianjurkan mempersiapkan diri untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar, yang diyakini muncul pada 10 malam terakhir bulan suci Ramadan.
Caranya dengan “mengencangkan sarung” (meningkatkan ibadah).
Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo Amin Rasyadi menjelaskan, ada dua fase penting yang perlu dilakukan agar ibadah umat muslim optimal pada malam Lailatul Qadar.
Pertama, persiapan sebelum memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan.
Persiapan ini bertujuan untuk menguatkan iman. Sehingga tidak mudah lelah saat meningkatkan ibadah pada malam-malam akhir Ramadan.
“Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga pandangan, pendengaran, lisan, dan hati. Selain itu, umat muslim perlu membiasakan tilawah Alquran setiap hari, bersedekah, serta melatih diri melakukan qiyamul lail sejak awal Ramadan,” jelas Amin, Rabu (11/3).
Melalui pembiasaan tersebut, lanjut Amin, umat muslim akan lebih siap ketika meningkatkan intensitas ibadah mulai malam ke-21.
Nah, saat memasuki sepuluh malam terakhir, ia menyarankan salah satu amalan utama yang dianjurkan. Yakni iktikaf atau berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah.
Jika tidak mampu secara penuh, iktikaf dapat dilakukan sesuai kemampuan. Misalnya setelah salat Isya hingga menjelang sahur.
“Selain iktikaf, juga dianjurkan memperbanyak salat malam seperti Tarawih, Tahajud, Hajat, Tasbih, Taubat, dan Witir.
Perbanyak membaca Alquran, dzikir, dan istigfar, terutama saat waktu sahur,” bebernya.
Amin juga mengingatkan umat muslim untuk memperbanyak doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA, ketika mencari malam Lailatul Qadar.
Doa tersebut berbunyi: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku.”
Selain itu, perbanyak sedekah di malam hari. Ambil contoh memberi makan orang berbuka atau sahur.
Umat muslim juga diingatkan untuk menjaga lisan dan hati, dengan menghindari ghibah, adu domba, serta sikap dendam.
Tanda seseorang meraih Lailatul Qadar tidak selalu tampak secara fisik, tetapi terlihat dari perubahan dalam kehidupannya.
“Tanda paling nyata adalah meningkatnya kualitas ibadah, hati yang lebih tenang, serta semangat baru dalam berbuat kebaikan,” ujarnya.
Menurut Amin, orang yang mendapatkan keberkahan malam tersebut biasanya lebih istiqamah dalam beribadah, menjauhi maksiat, dan memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap sesama.
Maka ia mengajak umat muslim untuk memanfaatkan 10 malam terakhir Ramadan dengan sebaik-baiknya.
“Karena keutamaan Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Kesempatan ini datang hanya sekali dalam setahun. Maka manfaatkan dengan ibadah terbaik yang kita mampu,” pesannya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto