RADARSOLO.COM - Umat muslim diingatkan agar tidak menjadi orang muflis, atau orang yang bangkrut amalannya di akhirat.
Caranya dengan menghindari tindakan zalim, seperti diungkapkan Anggota Dewan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo Moh. Zainal Abidin.
Menurut Zainal, umat muslim akan merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan.
Namun, makna kemenangan yang sebenarnya bukan hanya dirasakan dalam bentuk perayaan. Melainkan tercermin dari perubahan sikap dan perilaku.
“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi latihan spiritual untuk memperbaiki akhlak, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” jelas Zainal.
Zainal menambahkan, tujuan utama ibadah puasa sebagaimana disebutkan dalam Alquran, yakni membentuk pribadi yang bertakwa.
Dalam QS Al-Baqarah ayat 183, disebutkan bahwa puasa diwajibkan agar manusia mencapai derajat ketakwaan.
Menurut Zainal, para ulama juga menjelaskan tanda diterimanya suatu amalan adalah dari munculnya amal kebaikan setelahnya.
Jika setelah Ramadan seseorang tetap menjaga salat, memperbanyak sedekah, membaca Alquran, serta menjaga akhlak, maka itu pertanda ibadahnya memberi dampak positif dalam kehidupan.
Sebaliknya, ia mengingatkan umat muslim untuk mewaspadai sikap yang dapat menghapus pahala ibadah.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan tentang orang-orang muflis.
Yakni orang-orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat. Tetapi, mereka juga membawa dosa karena pernah mencaci, menzalimi, atau menyakiti orang lain.
“Pahala-pahalanya akan diberikan kepada orang yang pernah dizalimi. Jika pahalanya habis sebelum kesalahannya terbayar, dosa orang lain akan dipindahkan kepadanya,” beber Zainal.
Zainal menegaskan pentingnya menjaga akhlak setelah Ramadan. Terutama dalam menjaga lisan, menghindari permusuhan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Ia juga mengingatkan, bahwa Ramadan adalah madrasah yang melatih umat muslim untuk memperbaiki diri.
Nilai-nilai yang dipelajari selama bulan suci, diharapkan tetap dijaga dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadan berakhir.
“Jangan sampai kita hanya mengenal Allah SWT di bulan Ramadan. Allah yang kita sembah di bulan Ramadan adalah Yang sama di bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya,” jelasnya.
Melalui momentum Ramadan, Zainal berharap umat muslin terus mempertahankan kebiasaan baik yang telah dilatih selama sebulan.
Sehingga tidak termasuk dalam golongan orang yang merugi di akhirat.
“Semoga Ramadan yang telah kita jalani benar-benar meninggalkan cahaya bagi kehidupan. Dan Allah menerima amal ibadah kita semua,” harapnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto