Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Musa Orazdurdyyev, Mahasiswa Turkmenistan Berbagi Cerita Semarak Ramadan di Kota Solo, Berubah Jadi Sosok Mandiri

Alfida Nurcholisah • Minggu, 15 Maret 2026 | 15:51 WIB

 

Musa Orazdurdyyev, mahasiswa UNS asal Turkmenistan ceritakan keseruan Ramadan di Kota Solo.
Musa Orazdurdyyev, mahasiswa UNS asal Turkmenistan ceritakan keseruan Ramadan di Kota Solo.

RADARSOLO.COM - Suasana Ramadan di Indonesia memberikan kesan mendalam bagi Musa Orazdurdyyev, mahasiswa asing asal Turkmenistan yang kuliah S1 di Universitas Sebelas Maret (UNS).

Meski menjalani ibadah puasa jauh dari keluarga, ia merasakan suasana Ramadan yang meriah di Solo.

Musa merupakan mahasiswa program studi (prodi) sains data di UNS.

Selama menetap di Kota Bengawan, salah satu momentum yang paling dinantikan yakni saat bulan puasa Ramadan tiba.

“Pengalaman saya menjalani Ramadan di Indonesia sangat bermakna. Suasananya sangat hidup dan indah,” ujar Musa.

Karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam, semangat Ramadan dapat dirasakan hampir di semua tempat.

Mulai dari masjid, lingkungan kampus, hingga di jalan-jalan.

Sama seperti mahasiswa asing lainnya, Musa juga terkesan dengan tradisi membangunkan sahur di Indonesia.

“Di Turkmenistan, kami biasanya bangun sahur dengan tenang di rumah tanpa ada yang mengingatkan. Tapi di sini beda. Seru sekali,” bebernya.

Di Solo, Musa tinggal sendirian tanpa ditemani sanak keluarga. Beda dengan saat dulu masih di negara asalnya, ia sering merayakan Ramadan bersama keluarga.

Mulai dari memasak menu berbuka, menyiapkan hidangan, hingga berbuka puasa bersama di meja makan.

“Perbedaannya adalah soal keluarga dan kehidupan sehari-hari. Di Indonesia saya tinggal jauh dari keluarga. Jadi saya menyiapkan sahur dan berbuka sendiri,” imbuhnya.

Meski jauh dari keluarga, Musa tetap nyaman menjalani Ramadan di Indonesia.

Sebab ia banyak mendapat teman dan pengalaman, selama bergabung dalam komunitas muslim di Kota Bengawan.

“Saya merasa bersyukur dan senang bisa merasakan Ramadan di Indonesia. Walaupun jauh dari keluarga, saya merasa didukung oleh komunitas muslim di sini,” ujarnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#musafir #Ramadan 1447 H #Ramadhan 1447 Hijriah #mahasiswa asing uns