RADARSOLO.COM - Sebanyak 166 murid kelas II dan III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai spiritual, kemandirian, serta tanggung jawab kepada murid sejak usia dini.
Pesantren Ramadan diisi dengan berbagai aktivitas edukatif selama dua hari, para murid diajak memperkuat pembiasaan ibadah, kedisiplinan, serta sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Pesantren Ramadan Taryanto mengatakan, kegiatan tersebut dirancang dengan metode yang menggabungkan aspek kognitif dan afektif agar pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membentuk karakter.
“Kami berupaya membangun hubungan sosial dan kebersamaan antarmurid. Harapannya mereka tidak hanya cakap secara spiritual, tetapi juga memiliki empati serta disiplin yang tinggi,” ujarnya Minggu (15/3).
Taryanto menjelaskan, kegiatan diawali dengan lomba edukatif merangkai puzzle potongan Surah Al-Insyiqaq. Murid dilatih bekerja sama, berpikir cepat, dan teliti dalam menyusun potongan ayat menjadi surah yang utuh.
Selain itu, murid juga mengikuti sesi story telling yang dibawakan Kak Arno.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak menyimak kisah perjuangan Rasulullah SAW dalam Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah.
“Peristiwa tersebut mengajarkan pentingnya solidaritas, musyawarah, kesabaran, serta ketaatan kepada pemimpin dalam menegakkan kebenaran,” jelasnya.
Kemudian, pada malam hari, setelah melaksanakan salat Tarawih berjemaah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Emotional Spiritual Quotient (ESQ).
Para murid diajak memahami empat kunci menuju kesuksesan, yaitu berdoa, belajar, berbagi, dan bersyukur.
Salah seorang peserta Sabiyya Kirana mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, selama kegiatan para murid dilatih untuk mandiri dan bertanggung jawab.
“Kami dilatih untuk bertanggung jawab terhadap barang bawaan, menjaga sikap, serta belajar berkomunikasi dengan teman. Setiap kelompok juga diminta mengkhatamkan Juz 30 dan mengikuti penilaian gerakan salat berjemaah,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman kelompok terbaik berdasarkan penilaian lomba puzzle surah, pengisian LKPD, serta kerapian dan kebersihan kamar selama kegiatan berlangsung. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto