RADARSOLO.COM - Suasana pagi di kawasan Baluwarti, Surakarta, terasa lebih semarak dari biasanya. Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, masyarakat mulai berdatangan menuju Kori Kamandungan, Keraton Kasunanan Surakarta, Jumat (20/3/2026).
Dengan mengenakan busana muslim terbaik, mereka berbondong-bondong untuk menunaikan sholat Idulfitri, menandai kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Ramadan.
Langkah kaki yang bergegas, sapaan hangat antarwarga, hingga takbir yang berkumandang menciptakan atmosfer religius yang kental di lingkungan bersejarah tersebut.
Kawasan yang biasanya tenang itu mendadak dipenuhi jamaah dari berbagai penjuru, tidak hanya dari Baluwarti, tetapi juga dari wilayah sekitar.
Namun, pelaksanaan sholat Idulfitri tahun ini menghadirkan dinamika tersendiri. Perbedaan penetapan hari raya membuat pelaksanaan sholat ied digelar dalam dua hari berturut-turut.
Jamaah dari kalangan Muhammadiyah telah lebih dahulu melaksanakan sholat pada Jumat (20/3), sementara sebagian masyarakat lainnya menunggu hasil sidang isbat pemerintah yang menetapkan Idulfitri pada Sabtu (21/3).
Alih-alih menjadi pemisah, perbedaan tersebut justru menjadi ruang toleransi yang hangat di tengah masyarakat.
Warga Baluwarti tetap menunjukkan antusiasme tinggi untuk beribadah, tanpa mempermasalahkan perbedaan waktu pelaksanaan. Semangat kebersamaan tampak jelas di setiap sudut area Kori Kamandungan.
Melihat kondisi tersebut, Jamaah Pemuda Islam Baluwarti mengambil peran sebagai fasilitator. Mereka berinisiatif menyediakan tempat dan mengakomodasi pelaksanaan sholat ied untuk dua hari sekaligus, sehingga seluruh masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.
Salah satu panitia, Amin Budianto, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pihak panitia tidak membawa nama organisasi tertentu, melainkan murni untuk membantu warga yang memiliki perbedaan keyakinan dalam menentukan hari raya.
“Untuk memfasilitasi masyarakat di Baluwarti, karena ada yang melaksanakan sholat hari ini dan besok, kami dari Jamaah Pemuda Islam Baluwarti berupaya menyediakan tempat. Jadi sifatnya hanya memfasilitasi, bukan atas nama organisasi tertentu,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pelaksanaan sholat pada dua hari tersebut telah disiapkan dengan matang, termasuk penunjukan imam. Pada hari pertama, sholat diimami oleh Muhammad Ahmad Fauzi, sementara pada hari kedua akan dipimpin oleh Afnan Zain Muzakki.
Persiapan teknis pun dilakukan secara maksimal. Mulai dari pengaturan saf, pengeras suara, hingga kebersihan area, semuanya diupayakan agar jamaah dapat beribadah dengan khusyuk.
Panitia juga mengantisipasi lonjakan jamaah pada hari kedua, mengingat sebagian masyarakat baru akan melaksanakan sholat Idulfitri sesuai keputusan pemerintah.
Di tengah perbedaan yang ada, Baluwarti justru menunjukkan wajah Islam yang inklusif dan penuh toleransi. Dua hari pelaksanaan sholat ied bukan menjadi sekat, melainkan jembatan untuk mempererat kebersamaan. Semangat inilah yang menjadikan Idulfitri tahun ini terasa lebih bermakna bagi masyarakat setempat. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy