Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Runner-up Piala Proklamasi lalu Hajar Johor Malaysia

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 24 Mei 2020 | 23:50 WIB
MATCHWORN: Bintang Persis di era 1990an, Yanis Budi Ucok mengenakan jersey yang dipakainya di musim 1994.
MATCHWORN: Bintang Persis di era 1990an, Yanis Budi Ucok mengenakan jersey yang dipakainya di musim 1994.
KESUKSESAN Persis Solo menjadi juara Divisi II Nasional musim 1994 membuat Laskar Sambernyawa banjir tantangan. Dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-49, Persis ikut serta sebagai peserta turnamen Piala Proklamasi yang digelar oleh Asprov PSSI Jateng.

Turnamen ini digelar bulan Agustus 1994 di Stadion Jatidiri Semarang. Persis memulai langkah di babak penyisihan dengan menang 2-1 atas Diklat Salatiga, lalu PSIR Rembang 2-0 dan BPD Jateng 1-0. Persis lolos ke partai final usai menang atas Persiku Kudus. Di partai puncak, Persis ternyata gagal menjadi juara.

Melawan PSIS, persis sempat tertinggal di menit ke-79 lewat gol Budiono. Persis membalas dua menit kemudian lewat aksi Supriyanto. Babak normal berakhir 1-1. Sayang di babak tambahan, gawang Persis yang dijaga oleh Ratmoko kebobolan di menit ke-119’ lewat gol PSIS yang disumbangkan oleh Safriel Usman

Atas hasil ini Sukisno dkk, harus puas menjadi runner up dengan hadiah Piala tetap dan uang bonus sebesar Rp 7,5 juta. PSIS yang jadi juara meraih bonus piala dan uang Rp 10 juta.

Di turnamen ini, Arseto Solo juga ikut serta. Sayang Arseto babak belur. Di babak penyisihan mereka kalah 0-2 dari PSIS Semarang, lalu 0-1 dari Persijap Jepara dan 1-3 saat bertemu Persiku Kudus.

Kesuksesan Persis menjadi juara Divisi II dan runner-up Piala Proklamasi 1994, membuat tim ini dipercaya PSSI untuk kedatangan tamu istimewa.

Klub asal Malaysia Johor Bahru bertanding dua kali di Kota Solo. Apa yang dijalani Johor 26 tahun lalu ini, ternyata hasil hadiah dari federasi sepak bola Malaysia (FAM), setelah kesebelasan ini berhasil menggondol Piala Sultan.

Saat bertemu Persis, kesebelasan Johor Bahru gagal memenuhi keinginannya untuk bisa mengandaskan tuan rumah. Mereka menderita kekalahan 2-3 dalam pertandingan persahabatan di Stadion Sriwedari, 5 September 1994 tersebut.

Tiga gol Persis dicetak oleh Mulyono (30'), Irwan (48') dan M Jadit (84'). Sedangkan dua gol Johor disumbangkaan oleh GM Zein dan Gani.

Ini ternyata jadi mimpi buruk kedua Johor. Hal ini lantaran 2 September 1994, Johor ditumbangkan Arseto di Stadion Sriwedari. Rochy Putiray dkk berhasil menang 4-1. Rochy sukses menyumbang dua gol, sedangkan gol sisa dicetak oleh Sudirman dan penalti Agung Setyobudi.

“Dari sisi permainan, Johor main bagus sekali. Kami bersyukur bisa memenangkan pertandingan kala itu,” ujar Ucok. (nik) Editor : Perdana Bayu Saputra
#persis solo #1994