Tak puas unjuk rasa diluapkan usai kekalahan Persis kontra Persita (1-2) di Stadion Manahan (14/8) usai laga, hingga merembet ke mes pemain di kawasan Sriwedari, ternyata kemarin siang (15/8) ribuan suporter fanatik Persis kembali mengepung mes Persis. Ribuan orang memadati mes Persis, yang lokasinya tidak jauh dari Stadion Sriwedari.
Elemen suporter Solo yang hadir, terdiri dari Pasoepati, Garis Keras Sambernyawa, Ultras 1923, Surakartans, Boys 1923, FM 1923, dan BSS. Mereka menggelar aksi menyikapi rentetan hasil buruk yang dialami oleh Persis musim ini.
Tuntutan suporter ada dua poin, yakni meminta manajemen untuk memecat head coach Persis Solo Jacksen F Tiago dari jabatannya, dan berharap Persis bisa mengevaluasi diri atas hasil buruk yang diraihnya di awal musim.
Topan salah seorang perwakilan dari Surakartans B6 mengaku meminta Jacksen untuk out dari tim. "Jacksen harus out. Pemain kami labelnya bagus-bagus, tapi dalam sembilan match (4 laga di Piala Presiden, satu di laga uji coba kontra Persik Kediri, dan empat laga awal di Liga 1) hasilnya cukup mengecewakan," keluhnya
Dalam acara ini akhirnya perwakilan suporter mendapat kesempatan untuk duduk bersama dengan manajemen dan salah seorang owner. Akhirnya diputuskan keputusan tegas akan dibuat manajemen seminggu kedepan, tepatnya pada Senin (22/8). Manajemen meminta suporter untuk bersabar, biarkan tim fokus untuk menyelesaikan laga melawan Bhayangkara FC yang akan digelar
“Sudah ada perjanjian dengan suporter, manajemen meminta satu minggu untuk menunggu. Karena kita sudah sepakat, apapun hasilnya lawan Bhayangkara nanti pokoknya Jacksen tetap harus out,” tegas Topan.
Dalam acara ini manajemen Persis diwakili oleh Kevin Nugroho (owner), Erwin Widianto (manajer tim), dan Bryan Barcelona (media officer). Dalam acara ini tak ada satupun pemain, maupun perwakilan tim kepelatihan Persis yang turut hadir. (nik) Editor : Niko auglandy