Kemarin (2/9),beberapa petinggi DPP Pasoepati mengadakan pertemuan dengan DPP Pasoepati di Balai Persis. Dalam acara ini terlihat suasana penuh keakraban. Panser Biru memang melakukan aksi kulonuwun, sebagai pembuktian persaudaraan yang cukup erat antara kedua belah pihak.
"Harapan kami persaudaraan antara suporter tetap terjaga. Biar laganya berlabel bigmatch, rivalitas hanya 2x45 menit saja. Sebelum dan setelah itu kita tetap saudara," terang Sekretaris Umum DPP Panser Biru Paulus Chandra.
Panser Biru mengakui ada 2.000 anggotanya yang siap datang ke Stadion Manahan. "Kami kurang tahu total suporter Semarang berapa, yang pasti kami hanya mengakomodir anggota kami saja. Dan ada total sekitar 2.000 yang akan berangkat," terangnya.
Dia mengakui dari Semarang akan satu rombongan besar. Dan semua anggota diharapkan semua menggunakan kendaraan roda dua. "Dari Semarang satu komando. Nanti pembagian tiket dibagi sebelum berangkat, agar teman-teman satu komando. Akomodasi motor semua. dan ada larangan membawa istri yang sedang hamil," tuturnya.
Dia juga mengakui pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa elemen suporter di Solo lainnya. Sebelumnya beberapa petinggi Panser Biru juga sudah berkoordinasi dengan elemen suporter Surakartans, hingga bertemu langsung dengan manajemen Persis untuk membahas perihal pemberian tiket pertandingan.
"Kita bicara dengan suporter Semarang untuk melakukan aksi nyata. Suporter Semarang dan Solo ingin jadi contoh, bahwa rivalitas hanya 2x45 menit saja," tegasnya.
Sementara itu Presiden DPP Pasoepati Maryadi Gondrong mengapresiasi langkah yang dilakukan Panser Biru. "Ini pertemuan kesekian kalinya sebenarnya, sebelumnya teman-teman Panser Biru juga kulonuwun pas datang di Piala Presiden. Dan di Liga 1 kembali mereka melakukan aksi ini, sebelum pertandingan dimulai. Di putaran kedua nanti, tentu kami akan ikut melakukannya ke Semarang," papar Gondrong.
Dia juga mengakui selama ini suporter PSIS dan Persis memang cukup akrab di luar lapangan. "Sebelumnya banyak terjadi di dunia suporter yang tak kami inginkan. Kami ingin tak ada lagi korban di dunia persuporteran. kami dan suporter Semarang ingin jadi contoh suporter yang cinta damai," tuturnya. (nik) Editor : Niko auglandy